Benarkah Generasi Muda Senang Berpindah Pekerjaan?
A- A+

Generasi muda (milenial) usia 20-30 tahun memang identik dengan kebebasan, termasuk dalam memilih pekerjaan. Generasi ini terkenal senang berganti pekerjaan. Tiap ada pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, mereka tak berpikir dua kali untuk pindah.


Bekerja di perusahaan rintisan (start-up) juga menjadi salah satu mimpi mereka. Hasil survei CNBC ternyata menyatakan sebaliknya. Hampir 90% responden mengaku akan bertahan di satu perusahaan selama 10 tahun ke depan.


Syaratnya, mereka bisa mendapat kenaikan gaji dan memiliki lebih banyak kesempatan naik jabatan atau berkarier. Kemudian, 77% responden mengaku akan bertahan di satu perusahaan lebih dari enam tahun dengan syarat kenaikan gaji dan manfaat yang menarik.


Kalau mereka pindah kerja, alasannya mereka mendapat kesempatan lebih baik dan alasan ini menempati urutan pertama disusul pindah tempat tinggal atau kembali sekolah. Hanya 3% menjawab pindah kerja karena menghabiskan banyak waktu di satu pekerjaan.


Hasil survei pada 1.500 generasi muda ini dilakukan Qualtrick-Accel Partners dengan menanyakan tempat ideal untuk kerja dan apa yang membuat generasi muda menerima tawaran kerja di tempat lain.


Hasil survei ini seolah mematahkan mitos soal generasi muda yang senang pindah kerja. Data lain dari hasil survei ini menyebutkan, generasi muda menilai sebuah perusahaan dalam waktu 90 hari kerja.


Setelah itu, mereka akan menilai kembali keputusan mereka. Karena itu, perusahaan yang mempekerjakan banyak generasi muda lebih baik fokus membuat mereka terkesan dengan nilai-nilai perusahaan.