Berbiaya Hidup Mahal, Hindari Kota Ini untuk Lanjutkan Studi

Berbiaya Hidup Mahal, Hindari Kota Ini untuk Lanjutkan Studi
Berbiaya Hidup Mahal, Hindari Kota Ini untuk Lanjutkan Studi

Tiap negara tentu memiliki standar hidup yang berbeda-beda. Hal ini pula yang akhirnya membuat biaya hidup di kota-kota besar juga memiliki perbedaan di tiap negara. Buat kamu yang berencana melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, agar tidak terlalu memberatkan, ada baiknya memilih kota dengan biaya hidup wajar.

Agar kamu tetap bisa berhemat, kamu bisa melihat daftar terbaru dari Economist Intelligence Unit (EIU) yang bertajuk 'Cost of Living'. Menurut The Independent, daftar tersebut mendata kota yang memiliki biaya hidup termahal hingga termurah.

EIU menentukan peringkat dengan membandingkan banyak faktor. Faktor tersebut mulai dari besar upah minimum yang berlaku hingga harga lebih dari 150 barang yang menjadi kebutuhan harian masyarakat seperti harga makanan pokok, minuman, hingga bahan bakar.

Kemudian, biaya hidup tiap kota dibandingkan dengan Kota New York di Amerika Serikat (AS) yang memiliki indeks 100. Tiap satu nilai tambahan setara 1% penambahan indeks 'World Cost of Living' (WOCL).

Hasilnya, kota dengan biaya hidup termahal diketahui adalah Singapura dengan indeks sebesar 116. Sebagai informasi, posisi tersebut tak tergeser dari daftar ini selama lima tahun berturut-turut sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi dari seluruh dunia.

Di posisi kedua dan ketiga adalah Kota Paris di Prancis dan Kota Zurich di Swiss dengan besar indeks sama, yakni 112. Kemudian Hong Kong (111) di peringkat keempat dan Kota Oslo di Norwegia di posisi kelima (107).

Kota selanjutnya ada Jenewa di Swiss dan Seoul di Korea Selatan yang sama-sama memiliki indeks 106. Kopenhagen di Denmark ada di posisi kedelapan (105) dan Kota Tel Aviv di Israel (103) di posisi sembilan.

MORE FROM MY SITE