Berencana Tanda Tangan Asuransi? Perhatikan Hal Ini

Berencana Tanda Tangan Asuransi? Perhatikan Hal Ini

Asuransi memang punya fungsi penting bagi kehidupan seseorang. Nah, bila kamu sudah menetapkan pilihan asuransi, perusahaan asuransi biasanya akan memberi kertas polis ataupun dokumen tebal sebelum kamu sepakat untuk membeli premi asuransi itu.

Kadang, hal itu bisa membuat seseorang malas membaca dan bingung. Untuk itu, ketahui apa saja yang harus kamu baca dan pahami sebelum membeli polis asuransi? Pooja Dave memberi rinciannya seperti dikutip Investopedia.

Hal Paling Penting: Masa perlindungan


  • Offer dan Acceptance (Penawaran dan Penerimaan). Setelah mengisi daftar, kamu biasanya akan menerima kembali daftarnya dari perusahaan asuransi. Bila perusahaan asuransi sepakat melindungimu, hal ini disebut acceptance. Ada beberapa kasus dimana kamu diharuskan membayar premi lebih mahal atas penawaran yang kamu ajukan.

  • Consideration (Pertimbangan). Ini adalah premi ke depan (future premium) yang harus kamu bayarkan. Di beberapa asuransi, ini juga termasuk berapa yang harus kamu bayarkan untuk memperoleh klaim.

  • Legal Capacity dan Legal PurposeAda sejumlah persyaratan yang diwajibkan perusahaan asuransi, seperti misalnya kamu sehat secara mental sebelum perusahaan asuransi bersedia memberi perlindungannya.


Temukan Nilai Indemnity

  • Principle of Indemnity. Manfaat adanya asuransi adalah melindungimu, setidaknya secara keuangan, bila terjadi hal-hal di luar rencana. Demikian, kamu harus pastikan berapa total yang akan kamu peroleh jika mobilmu hancur, misalnya.

  • Faktor-Faktor Lain. Rumahmu misalnya, hanya dihitung Rp500 juta. Padahal, nilai totalnya bisa mencapai Rp800 juta. Kamu harus memastikan bila terjadi sesuatu, perusahaan asuransi akan membayar berapa persen dari kerugian yang kamu derita.


Bunga Asuransi (Insurable Interest)

Kamu sebenarnya bisa saja mengasuransikan apapun yang bisa berdampak pada kehancuran keuanganmu. Ini yang disebut insurable interest. Bila kamu tinggal di tempat pamanmu, tetapi kamu ingin mengasuransikannya karena sesuatu hal, bisa saja mereka menolak.

Ini menunjukkan bahwa sebenarnya yang dilindungi bukan rumah atau mobil tetapi nilai rumah atau mobil tersebut.

Prinsip Subrogasi (Principle of Subrogation)

Subrogasi adalah kemungkinan asuransi menuntut pihak ketiga yang sudah menyebabkan kerugian pada tertanggung. Misalnya, kamu sedang menyetir dan sopir di depanmu ternyata mengantuk.

Hal itu menyebabkan kecelakaan. Kamu bisa mendapat ganti kerugian atas hal ini. Perusahaan asuransimu nanti juga akan menuntut pihak lain sebagai ganti atas kerugianmu.

Doktrin adanya Itikad Baik

Semua perusahaan asuransi berdasar prinsip itikad baik. Hal ini membuat adanya saling percaya antara tertanggung dan perusahaan asuransi.

Doktrin Adhesi

Doktrin yang menyatakan bahwa kamu sebagai tertanggung akan menerima semua kontrak tanpa tawar menawar. Tidak ada kesempatan bagi tertanggung mengubah perjanjian.

MORE FROM MY SITE