Cara Sederhana Lindungi Diri dari Pencurian Data Pribadi
A- A+

Pernah mendapat telepon dari orang asing yang menawarkan berbagai produk? Tentu, kejadian semacam itu akan membuatmu bingung. Baru-baru ini, Kepolisian melalui direktorat tindak ekonomi khusus (Dirtipideksus) berhasil membongkar sindikat penjualan data nasabah perbankan.

Untuk saat ini, Kombes Pol Agung Setya menyebut, pihaknya masih fokus mencari pelaku pencurian data tersebut. Tak hanya data nasabah perbankan, mengutip Kontan, sindikat ini juga dapat menjual data lain yang berguna untuk kepentingan pemasaran atau jasa.

Misalnya untuk kepentingan pemegang waralaba, pelanggan department store, pemilik apartemen, MLM atau laman judi daring. "Ada nama nomor ponsel aktif, alamat rumah dan kantor," sebut salah satu sindikat tersebut.

Mereka juga mengklaim memiliki kliping data emiten lengkap dengan hasil produknya, laporan keuangan, bidang usaha, alamat, narahubung, sekaligus data direksi. Masing-masing jenis data dijual dengan harga berbeda, tergantung kualitas dan jenis.

Data nasabah perbankan dijual mulai dari US$500, sementara data emiten US$90. Namun jangan khawatir, kamu bisa melindungi data pribadimu dengan cara mudah ini.

Selalu Jaga Kerahasiaan Nomor PIN
Langkah ini adalah paling mudah. Jaga kerahasiaan PIN kartu kredit dan debit. Ganti nomor PIN secara teratur. Sebagian kartu kredit memang belum dilengkapi PIN, namun kamu memintanya pada pihak penerbit. Ke depan, PIN lebih aman dibanding tanda tangan.

Terus Awasi Proses Transaksi di Toko
Saat menggesek kartu kredit maupun kartu debit, pastikan dilakukan di depan matamu. Jangan biarkan karyawan toko atau restoran melakukannya di tempat tersembunyi. Hal ini akan memberi kesempatan terjadinya skimming.

Skimming adalah proses menyalin atau merekam data nasabah seperti nomor kartu dan PIN saat transaksi. Bila membeli sesuatu, larang karyawan toko menggesek kartumu di keyboard atau layar.

Hal tersebut sebenarnya tak perlu dan bisa memperbesar peluang terjadinya pencurian data nasabah. Kartu kredit maupun kartu debit cukup digesek di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang terhubung perbankan saja, bukan layar atau keyboard.

Hindari Permintaan Data di Internet
Ketika sedang berselancar di dunia maya, kamu sering mendapati laman yang meminta email maupun nomor kontak. Bila itu terjadi, kamu harus waspada. Bisa jadi, itu adalah salah satu cara penipu mengambil data.

Waspada pula bila harus mengunduh aplikasi yang mirip perbankan. Setelah diunduh, aplikasi itu biasanya hanya bersisi program malware atau virus untuk mencuri data.

Jaga Ponsel Pintar dan Komputer Jinjing
Benda tersebut tentu sering kamu pakai transaksi daring. Karena itu, berhati-hatilah agar nomor PIN tidak jatuh ke sembarang orang. Apalagi bila kamu langsung mengaturnya ke fitur "Automatic login".

Kamu juga harus waspada bila menggunakan koneksi WiFi umum ketika mengakses mobile banking atau internet banking. Peretas bisa menggunakan fasilitas tersebut untuk mencuri data.