Cerdas Emosi Demi Karier Cemerlang (1)
A- A+

Ada banyak faktor memengaruhi kesuksesan seseorang? Namun yang pasti, itu merupakan gabungan kerja cerdas, inteligensi, atraktif, fokus, serta kerendahan hati dan sikap positif. Lalau bagaimana dengan emotional intelligence (EQ)?

Hasil penelitian TalentSmart seperti dikutip CNBC menyebutkan, dari seribu orang dengan kemampuan dan pencapaian tinggi, ternyata punya EQ tinggi. Selain itu, terungkap pula bahwa orang dengan pendapatan minimal US$29ribu per tahun (Rp390 juta), punya EQ lebih tinggi dibanding IQ (intelligence quotient).

EQ ternyata berada di bawah kendali seseorang. Karena itu, dia bisa naik atau turun. Namun jangan khawatir, ada upaya sederhana untuk meningkatkannya.

Tulus
Semuanya orang menyukai sifat tulus dan ikhlas. Berkat ketulusan pula, orang bisa memberikan kepercayaannya. Untuk bisa menjadi pribadi yang tulus dan ikhlas, kamu harus bisa menjaga kepercayaan diri.

Ketahui pula apa yang membuatmu bahagia sebagai pribadi. Kesalahan terbesar banyak orang adalah mereka terlalu banyak mendengarkan kata orang. Demikian, mereka menjadi hilang fokus.

Mereka juga akan kehilangan rasa percaya diri. Cara menghindari perasaan ini cukup dengan menghindari segala bentuk pertanyaan yang mengarah ke hal tersebut. Ingat, bukan tak menerima saran, tapi kamu harus tahu kapan merasa cukup mendapat masukan.

Berhenti Menghakimi
Belajarlah menjadi pribadi yang terbuka. Hal itu membuatmu lebih mudah didekati dan menarik. Tak ada seorangpun ingin bergaul dengan orang tertutup dan tak mau mendengarkan orang lain.

Untuk melakukan ini, kamu perlu bergaul dengan semua orang. Kamu tak harus mengikuti gaya hidup atau semua pandangan mereka, cukup buka diri dan kamu akan mendapat pandangan yang berbeda dan membuat bisa memandang hal lain secara berbeda.

Tak Mencari Perhatian
Seringkali orang haus perhatian, apalagi ketika sudah melakukan hal besar. Tak perlu seperti itu, jadilah pribadi yang sederhana dan bertemanlah dengan semua orang dan hargai semua orang di sekitarmu.

Bicara dengan baik, percaya diri dan sopan. Orang akan menilaimu berdasarkan perilaku dan kesopanan itu. Bila kamu menjadi pusat perhatian karena prestasi kerja, pastikan tidak berbangga diri. Libatkan semua orang terkait kerja tersebut.

Konsisten
Pribadi yang tidak disukai biasanya mereka yang tak tahu kapan harus menempatkan diri dengan tepat. Untuk menjadi orang yang konsisten, tantangannya adalah mengendalikan suasana hati (mood). Hal ini akan sangat berpengaruh pada caramu memperlakukan orang.

Bersambung ke bagian dua.