Daya Beli Meningkat, Tarif KRL Naik Bulan Ini
A- A+

Sejak awal Oktober ini, tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek atau commuter line secara resmi naik Rp 1.000 menjadi Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama. Perubahan tarif ini dengan pertimbangan daya beli masyarakat yang membaik.

Selain itu, kenaikan tarif terkait rencana pemerintah mengalihkan public service obligation (PSO) ke kereta api jarak jauh. PT KAI Commuter Jabodetabek pun menjanjikan kenaikan tarif akan dibarengi peningkatan kualitas layanan.

Saat ini, KAI Commuter sedang mempersiapkan penambahan 60 kereta asal Jepang. Selain itu, otoritas KRL Jabodetabek itu juga melakukan revitalisasi sejumlah stasiun seperti Duri, Cikini, dan Stasiun Sudimara.

Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kenaikan tarif ini bisa mengurangi akses masyarakat pada KRL. YLKI juga menilai, seharusnya PSO diperbanyak sehingga tarif tak perlu naik.

Lembaga advokasi ini juga mendesak pemerintah mengatasi sejumlah permasalahan seperti antrean yang sangat lama di Stasiun Manggarai.