Duh, Makin Banyak SDM Asing Incar Pasar Tenaga Kerja Indonesia
A- A+

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia termasuk pasar yang menjadi incaran banyak negara, tak terkecuali untuk membangun karier. Bahkan, banyak warga asing yang ingin masuk pasar tenaga kerja lokal sejak kuliah dengan berbagai alasan.

Dekan Fakultas Business Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) Sudarso Kaderi Wiryono menyebut, di kampusnya, jumlah mahasiswa dari Singapura, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun.

"Khususnya di fakultas Kedokteran dan Farmasi. Mereka melihat pasar Indonesia besar dan ingin berkarier di sini," kata Sudarso di penandatanganan kerja sama BCA dan ITB untuk pembangunan fasilitas gedung SBM ITB.

Ia melanjutkan, para mahasiswa asing ini berpendapat bahwa dengan mengambil kuliah di Indonesia, mereka juga bisa belajar bahasa dan kebudayaan orang Indonesia. Lalu, apakah hal semacam ini bisa menjadi ancaman bagi SDM lokal?

"Tidak, mahasiswa dari Indonesia juga memiliki kemampuan yang sangat baik. Mereka memiliki kemampuan, bahasa Inggris yang baik serta kepercayaan diri untuk bisa bersaing dengan SDM dari negara-negara lain," tambah Sudarso.

Alasan ini pula yang membuat BCA ingin turut ambil bagian dalam upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Kepala Kantor Wilayah I BCA Bandung Allan Sriwulandari menyebut, BCA Library yang segera dibangun di SBM ITB akan mendekatkan mahasiswa ITB dengan BCA.

"Perpustakaan adalah fasilitas yang sangat penting bagi mahasiswa," sebut Allan. BCA Library sendiri bukan satu-satunya upaya BCA mendekatkan diri dengan nasabah, khususnya mahasiswa.

BCA dan ITB juga sudah melakukan kerja sama layanan e-channel BCA untuk pembayaran biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) ITB.

"Kami juga akan membuka BCA Express dalam waktu dekat di lingkungan kampus ITB untuk membantu civitas akademika ITB melakukan transaksi perbankan dengan bantuan alat-alat canggih dari BCA," tambah Allan.

Pembantu Rektor bidang Pengembangan Wawan Gunawan A. Kadir menambahkan, sejak 2000an, perguruan tinggi sudah tak lagi seperti pada 1990an. Jadi, kata Wawan, kampus menjadi lebih terbuka dalam menjalin kerja sama termasuk dengan beberapa perbankan.

"ITB terbuka untuk semua masyarakat sehingga pembayaran pun harus bisa dilakukan dari semua perbankan," pungkasnya.