Etika Berhubungan Romantis dengan Rekan Sekantor

Etika Berhubungan Romantis dengan Rekan Sekantor

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan larangan perkawinan sesama pegawai dalam satu kantor. Namun, dalam putusannya, MK juga menambahkan adanya frasa kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama sebelumnya.

Banyak yang berpendapat bahwa romantisme di kantor bisa memengaruhi kinerja seorang karyawan. Misalnya, bila terjadi pertengkaran di rumah, masalah tersebut bisa mempengaruhi kinerja karena karyawan tidak bisa fokus. Untuk itu, liputan6 memberi kiat menyiasati hubungan romantis di kantor.

Tentukan Batasan

Penasehat karier Sharon DeLay mengatakan, tiap karyawan yang terpaut cinta lokasi dengan teman kantor harus bisa menentukan batasan. Jangan lupa memisahkan urusan perasaan dengan pekerjaan. Batasan ini harus jelas dari awal. Kamu harus bisa menjaga agar pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap terpisah.

Jangan Pamer ke Publik

Langkah kedua adalah menjaga agar hubunganmu tak menjadi konsumsi publik. Jika memang ingin bertemu, jadwalkan setelah jam kerja. Memperlihatkan gestur romantis saat jam kerja sangat tidak disarankan.

Hal ini berguna untuk menghindari konflik antara kamu dan pasangan. Bila kamu sering pamer hubungan ke publik, konflik yang terjadi juga akan jadi perbincangan semua orang di kantor.

Baca Kembali Aturan Kantor

Jangan lupa membaca aturan tentang hubungan sesama pegawai di kantor. Setiap perusahaan biasanya punya aturan masing-masing. Ada beberapa batasan yang juga tetap harus kamu patuhi saat masih berstatus karyawan.

Hindari Persepsi yang Tak Tepat

Hal ini sering terjadi apabila ada pegawai yang memiliki hubungan khusus dengan pegawai lain yang levelnya di atas mereka seperti manajer. Rekan kerja lain seringkali berasumsi jika sang atasan akan membuat pasangannya seperti anak emas. Padahal hal tersebut belum tentu terjadi.

Hal inilah yang yang harus kamu hindari. Kamu harus bisa meyakinkan rekan kerja yang lain bahwa hubungan yang kamu jalani tetap profesional dan bebas dari praktik nepotisme.

MORE FROM MY SITE