Hasil Survei LinkedIn Ungkap Tolok Ukur Kesuksesan Orang Indonesia

Hasil Survei LinkedIn Ungkap Tolok Ukur Kesuksesan Orang Indonesia
Hasil Survei LinkedIn Ungkap Tolok Ukur Kesuksesan Orang Indonesia

Ukuran kesuksesan memang tidak tergantung pada satu hal. Namun, hasil survei terbaru LinkedIn pada dewasa dengan usia 18 tahun ke atas telah mengungkap apa yang menjadi tolok ukur kesuksesan bagi orang Indonesia.

Menurut hasil survei Linkedin seperti dikutip Kompas, sebanyak 80% responden yang ikut serta survei mengaitkan kesuksesan dengan pilihan karier yang ia buat. Sedangkan 68% responden mengaku bahwa komunitas atau orang sekitar adalah pendukung utama seseorang dalam mencapai dan menemukan kesuksesan.

"Lebih dari 65% orang Indonesia merasa bahwa kesuksesan butuh kolaborasi dengan komunitas untuk saling membantu," tulis LinkedIn dalam laporannya. Masih dari hasil survei yang sama, diketahui bahwa profesional menilai fase awal bekerja (pengelaman kerja pertama) membentuk sikap dan pola pikir mereka dalam perjalanan menemukan dan mencapai sukses.

Managing Director APAC LInkedIn Olivier Legrand pun memberikan contoh itu berdasarkan pengalaman pribadinya. "Pekerjaan awal saya di perbankan. Saya mendapat jejaring yang sampai saat ini masih berhubungan dengan saya dan saya hubungi untuk memperoleh beragam informasi," ujar Olivier.

Hal serupa dialami CEO PT Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler. Ia bilang, di tahap awal karier, ia ingin bekerja di luar negara asalnya, Republik Ceko. Komitmen tersebut ia pegang teguh dan berhasil membuatnya memiliki jejaring profesional yang sangat luas di seluruh dunia.

"Pada awalnya, saya ingin kerja di luar negeri. Saya mulai pekerjaan pertama saat masih kuliah pada 1992 untuk mendapat uang tambahan, saya pernah bekerja di Pepsi dan GE (General Electric)," kenang Gaisler.

Head of GrabPay Indonesia Ongki Kurniawan pun menceritakan bahwa ia pertama kali berkarier di perbankan, yakni di Citibank. Bekerja di bank global membuat Ongki mendapat banyak kesempatan untuk membangun karier.

"Saya pernah bekerja di Citibank yang merupakan perusahaan besar di Indonesia. Banyak orang Indonesia mengenal Citibank sebagai sekolahnya para bankir. Semua pengalaman itu membentuk diri saya saat ini," pungkas Ongki.

MORE FROM MY SITE