Hindari Modus Penipuan Transfer Dana dengan Cara Ini
A- A+

Coba cek kotak masuk di ponsel yang sedang kamu pegang. Kemungkinan besar ada pesan singkat yang memintamu melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya adalah penipuan. Pesan singkat semacam ini makin banyak modusnya.

Salah satu modus yang pernah ramai adalah ‘mama minta pulsa’. Meski sepele, namun modus tersebut ternyata berhasil menipu jutaan orang. Ada pula modus dengan meminta penerima pesan agar melakukan transfer dana ke nomor rekening tertentu.

Belum lagi modus yang mengatasnamakan kerabat atau teman dekat yang meminta transfer dana. Artis Ussy Sulistiowati pernah menjadi korbannya. Ia kehilangan Rp40 juta karena ada pesan singkat yang mengatasnamakan teman dekatnya yang menjual tas bermerek.

Karena gaya bahasa yang meyakinkan, Ussy pun tak ragu melakukan transfer uang muka karena ia merasa itu memang temannya. Padahal, ia sedang ditipu orang. Contoh ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa menjadi korban penipuan dari pesan singkat ini.

Melihat kasus ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar masyarakat mau melaporkan pesan singkat yang mencurigakan pada layanan pengaduan OJK atau pusat kontak bank terkait. Guna menghindari penipuan modus semacam ini, lakukan kroscek ulang agar lebih pasti.

Misalnya, bila pesan singkat itu mengatasnamakan kerabat atau temanmu, langsung hubungi saja kontak mereka untuk memastikannya. Demikian, kamu akan lebih aman. Hal serupa juga berlaku untuk modus via telepon.

Kadang, ada panggilan dari nomor asing dan ujung-ujungnya meminta untuk transfer dana. Bila ini yang terjadi, jangan lantas melakukan transfer, kroscek ulang untuk memastikan seperti halnya pesan singkat. Hal penting lainnya, selalu jaga informasi pribadi dan jangan memberikannya pada orang lain.

Misalnya, informasi soal PIN ATM, nomor kartu ATM, PIN aplikasi perbankan, kode akses, kode otorisasi, OTP (One Time Password) untuk transaksi daring (online). Kata kunci ponsel pun harus kamu jaga kerahasiannya.

Selalu gunakan kata kunci yang tidak mudah ditebak orang lain. Gunakan pula huruf besar, kecil dan angka. Jangan pula menulis kata kunci atau PIN dalam kertas dan menyimpannya di dompet.

Saat menggunakan ATM, biasakan pula menutup papan ketiknya.