Hore! Status Kelayakan Investasi Indonesia Alami Kenaikan
A- A+

Lembaga pemeringkat internasional Standar and Poors Global Ratings (S&P) memberi peringkat baru pada Indonesia menjadi layak investasi (investment grade). Hal ini seketika membuat pasar keuangan bergerak positif.

Sebelumnya, peringkat Indonesia adalah BBB- dari lembaga ini dan kini naik menjadi BB+. Kenaikan peringkat ini berhasil memperkuat kepercayaan investor. Peringkat ini menggambarkan bahwa pemerintah berhasil mengelola keuangan negara dengan baik.

Semakin baik peringkat pemerintah, kepercayaan investor pun makin tinggi. Bila pemerintah di suatu negara ingin mengeluarkan surat utang negara (SUN), mereka juga akan membayar bunga (imbal hasil) pada investor dengan lebih murah.

Bila peringkat pemerintah makin turun atau mendekati peringkat gagal bayar (default), tidak ada lagi investor yang berniat menanamkan modal. Di 2015 lalu, dua lembaga pemeringkat asing seperti Moodys Investment Ratings dan Fitch Ratings memberi status layak investasi pada Indonesia.

Pada dua tahun lalu, S&P Global Ratings menahan kenaikan status Indonesia. Saat itu, mereka melihat bahwa besarnya anggaran subsidi minyak akan membebani keuangan negara. Mereka pun menunda pemberian status ini hingga tahun ini.

Apa pertimbangan mereka? Perbaikan pengelolaan kondisi fiskal dan moneter Indonesia adalah salah satunya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga di tengah perlambatan ekonomi global.

Angka inflasi tahunan makin turun. Di samping itu, program amnesti pajak menjadi salah satu pertimbangan mereka. Setelah S&P mengumumkan peringkat barunya, pasar saham langsung ditutup naik hampir 3% dalam sehari.

Penutupan IHSG tersebut tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah berjanji akan lebih baik mengelola keuangan dan lebih prudent. Pemerintah juga menyebut pihaknya akan melakukan beberapa proyek infrastruktur andalan yang bisa menjadi acuan investor.