IPK Tinggi Bukan Jaminan Kaya, Para Miliarder Ini Buktinya
A- A+

Tak sedikit orang yang berpatokan bahwa lulus kuliah dengan IPK tinggi bisa menjamin kesuksesan seseorang. Padahal, hal tersebut tidaklah benar. Pendiri Microsoft Bill Gates dan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi buktinya.

Kedua miliarder itu bahkan tak lulus kuliah. Ahli perilaku manusia Eric Barker mengungkap seperti dilansir liputan 6.com, "Kami melihat, rata-rata miliarder memiliki IPK 2,9".

Dari hasil penelitian bersama Karen Arnold dari Boston College itu sebenarnya untuk melihat tingkat kesuksesan yang mampu dicapai para lulusan terbaik. Hasilnya, rata-rata lulusan terbaik memang bisa sukses.

Namun, mereka tak bisa mencapai level kesuksesan tertinggi dalam hidupnya. Menurut hasil penelitian itu, lulusan terbaik di sebuah kelas jarang menjadi miliarder atau memiliki posisi penting di dunia.

Penyebabnya, lanjut Eric, adalah karena pelajaran yang diajarkan di sekolah sering memaksa seseorang mengikuti sejumlah aturan. Padahal, sebagian besar miliarder dunia ini justru tak melakukannya. Eric menilai, para miliarder ini bukan orang yang suka mengikuti aturan.

"Lulusan terbaik kerap merasa puas dan selalu ikut sistem yang ada. Sementara miliarder sebaliknya. Lulusan terbaik punya nilai kepribadian yang baik dan teliti. Namun, miliarder punya kegigihan besar," lanjutnya.

Kegigihan ini menjadi kunci kesuksesan seseorang di dunia nyata. Seringkali, kata Eric, mereka tak bisa patuh dalam jangka waktu lama dengan aturan sekolah. Sekolah memang menjadi tempat penuh aturan.

Meski demikian, kadang tidak taat aturan dalam hidup juga bermanfaat. Direktur HR Google Laszlo Bock juga menganut kepercayaan tersebut. Dalam wawancara dengan The New York Times, Bock menyebut, hasil IPK atau psikotest tinggi tidaklah penting.

Di perusahaan yang mendapat predikat sebagai tempat terbaik untuk bekerja itu, Bock bilang, IPK tak selalu sejalan dengan prestasi di tempat kerja.

Bagaimana menurutmu?