Jangan Biasakan Mengerjakan Beberapa Pekerjaan Sekaligus
A- A+

Tiap generasi memang memiliki ciri khas. Seperti generasi muda (milenial) yang lahir pada 1980 sampai 2000 memiliki ciri tak mau dikekang banyak aturan serta lebih suka jam dan tempat kerja yang fleksibel dengan sistem kantor terbuka (openspace office).

Menurut sejumlah hasil survei, generasi ini juga terkenal mampu mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu dengan bantuan teknologi. Ironisnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kemampuan multitasking hanya mengurangi produktivitas.

Hasil penelitian Bryan College seperti dilansir CNBC mengungkap, multitasking membuat produktivitas milenial rendah. Salah satu penyebabnya adalah, multitasking membuat perhatian dan konsentrasi lebih mudah terpecah.

Dalam satu jam, generasi ini kedapatan mengecek komputer, ponsel pintar atau tablet sebanyak 27 kali. Banyaknya frekuensi tersebut membuat konsentrasi dan perhatian milenial mudah terganggu.

Multitasking juga menunjukkan rendahnya tingkat kemampuan emosional seseorang (EQ) milenial. Secara simultan, multitasking juga akan menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) seseorang sebesar 10-15 poin atau setara dengan tidak tidur semalam suntuk.

Karena itu, bila ingin produktif, sebaiknya kamu bisa fokus melakukan satu hal dalam satu waktu. Untuk menghindari multitasking, kamu bisa membuat rencana yang rinci soal pekerjaan yang harus kamu selesaikan.

Susun rencana itu berdasarkan prioritas, tingkat kesulitan kemudian buar tenggat waktunya. Untuk tingkat pekerjaan yang lebih sulit, beri waktu lebih untuk fokus mengerjakannya.

Selain itu, singkirkan dulu alat elektronik seperti komputer, tablet dan ponsel pintar agar lebih mudah fokus. Dalam sepekan, waktu ideal bekerja adalah 25-32 jam. Jadi, usahakan untuk tidak bekerja lebih dari batas ideal tersebut.

Demikian, kamu bisa menjaga kualitas pekerjaan.