Jangan Panik Ketika Head Hunter Menghubungi

Jangan Panik Ketika Head Hunter Menghubungi
Jangan Panik Ketika Head Hunter Menghubungi

Bagi para profesional, mendapat telepon dari head hunter adalah hal yang tidak biasa. Sebab, ini bisa menjadi kabar baik yang langka. Artinya, kamu dianggap memiliki kemampuan khusus yang sesuai untuk suatu perusahaan.

Namun, jangan senang dulu bila mendapat telepon dan tawaran kerja ini. Langkah berikut bisa membantu mengantisipasi kesalahan ketika berkomunikasi dengan head hunter.

Cek dan Ricek

"Perusahaan yang baik juga akan memilih head hunter yang punya reputasi baik," jelas Windy Poerwono dari Orly Consulting seperti dilansir Femina. Cari tahu rekam jejak perusahaan head hunter itu karena jam terbang sangat menentukan.

"Tanyakan pula posisi yang sudah berhasil ia tempatkan," kata Windy. Head hunter yang baik juga tidak akan melanggar etika kerja dengan mengirim CV milikmu ke perusahaan lain tanpa izin, meminta berbohong soal paket gaji sampai meminta tambahan komisi.

"Klien head hunter adalah perusahaan. Mereka yang membayar, bukan kandidat," lanjutnya. Windy juga mengatakan, reputasi head hunter juga penting sebagai upaya menjaga kerahasiaan.

Jangan sampai kasak-kusuk ini bocor ke telinga pimpinanmu karena obrolan yang kurang terjaga atau CV yang asal kirim. Padahal, masa depanmu dengan calon perusahaan baru masih samar.

Teliti Calon Pelamar

Head hunter profesional adalah sosok informatif yang bisa menjawab semua pertanyaan soal latar perusahaan yang ia wakili. Windy menyarankan agar kamu tidak mudah terpikat nama perusahaan asing karena sering kali mereka punya standar gaji yang terstruktur yang menyulitkanmu untuk negosiasi.

Sedangkan di beberapa perusahaan lokal, varian gaji cukup luas dan memudahkanmu mendapat lompatan gaji yang signifikan. Cek juga aktivitas perusahaan untuk mendapat gambaran prospek karier di masa depan. Jangan lupa tanyakan kualifikasi apa yang membuat head hunter menghubungimu.

Bila head hunter tidak mampu menjawab pertanyaan, kamu patut waspada. Menurut Windy, head hunter yang tak paham kliennya, rentan menjanjikan hal keliru. Bisa jadi, posisi yang ditawarkan tidak sama dengan bayanganmu atau deskripsi kerja.

Rajin Menjual Diri

Bukan hal aneh bila head hunter banyak mengajukan pertanyaan untuk mengenali kemampuanmu sehingga bisa memberi gambaran akurat pada klien. Makin tajam pertanyaan, makin baik. Agar kesempatan ini tidak lewat, kamu juga 'memasarkan' diri.

Tekankan pada minat dan pencapaian yang pernah dapat. Jangan lupa, utarakan rencana ke depan.

Mencari Celah

Agar proses 'perjodohan' lancar, kamu juga perlu cek karakter karyawan dan budaya perusahaan untuk mengetahui apakah mereka lebih mementingkan hasil akhir atau lainnya. Informasi semacam ini bisa kamu dapat bila head hunter punya hubungan baik dengan klien.

Hal ini tentu akan membuatmu bisa tampil maksimal saat wawancara. Menurut Windy, jarang sekali head hunter profesional melepasmu begitu saja saat akan berhadapan dengan pewawancara dari perusahaan. Bimbingan atau masukan akan terus diberikan hingga tahap akhir, yaitu pindah kerja.

MORE FROM MY SITE