Langkah Pemerintah Cukupi Kebutuhan Uang Tunai Saat Lebaran
A- A+

Ramadan merupakan salah satu bulan yang membutuhkan perhatian khusus. Di bulan ini, kebutuhan uang tunai sangat besar. Budaya salam tempel dan belanja untuk keperluan Lebaran menjadi beberapa penyebabnya.

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah antisipasi menghadapi hal tersebut. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kebutuhan uang masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini mencapai Rp167 triliun.

Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjadi beberapa penyebabnya naiknya kebutuhan uang tunai tersebut. "BI telah memperhitungkan kebutuhan uang kartal pada Ramadan dan Idulfitri 2017 serta telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat dan perbankan pada periode tersebut yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Perkiraan kebutuhan mencapai Rp167 triliun," kata Deputi Gubernur BI Sugeng.

Jumlah tersebut naik 14% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp146 triliun. Sedangkan di 2015 mencapai Rp124 triliun. Di bulan ini, masyarakat biasanya banyak pula yang menukarkan uang untuk keperluan salam tempel.

"Karena persediaan BI dan perbankan lebih mencukupi, baik nominal atau pecahan, masyarakat diharapkan melakukan penarikan atau penukaran sesuai jumlah dan jenis pecahan yang dibutuhkan," imbuh dia.

BI sendiri menyarankan masyarakat melakukan penukaran uang di 13 bank termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Penukaran di instansi tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

"Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," tandasnya.

Jadi, masyarakat diharapkan bisa awas untuk memastikan keaslian uang tunai dengan melihat bahwa warna uang jelas, adad benang pengaman, ada optically variable ink di sudut kanan dan ada cetak pelangi.

Selanjutnya, masyarakat bisa meraba angka nomimal, bila kasar berarti uang tersebut asli. Jangan lupa, raba pula kode untuk tunanetranya. Terakhir, terawang tanda air pada uang serta pastikan keberadaan logo BI yang saling isi.