Logika Dibalik Menaikkan Gaji untuk Memperbaiki Ekonomi
A- A+

Dalam waktu dekat, pemerintah Korea Selatan (Korsel) berencana menaikkan upah minimal nasional mereka. Tahun depan, pemerintahan presiden Moon Jae-In menargetkan upah minimum nasional naik 16% menjadi US$6,60 per jam atau 7.530 Won.

Bila berhasil, upah ini adalah yang tertinggi semenjak 2001. Pemerintah Korsel berharap, kenaikan pendapatan masyarakat ini akan membuat konsumsi di negeri ginseng itu naik. Demikian, pertumbuhan ekonomi tahunan juga bisa terkerek.

Selama beberapa tahun terakhir, Korsel mengandalkan ekspor sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Namun, pelambatan ekonomi membuat permintaan ekspor turun. Alhasil, pertumbuhan ekonomi otomatis turun.

Selain Korsel, Tiongkok yang juga mengandalkan ekspor juga merasakan hal tersebut. "Kami akan memberi bantuan keuangan pada beberapa pemilik usaha kecil untuk membantu membayar sebagian kenaikan gaji pekerjanya," ungkap Kementerian Keuangan Korsel seperti ditulis Bloomberg.

Rencana pemerintah ini, sesuai prediksi, ditentang kalangan pengusaha. Menurut mereka, kenaikan upah minimum sebaiknya hanya 2,4%. Salah satu akademisi menilai upaya ini tak lebih dari sekedar upaya pemerintah menaikkan pamor sebagai pembela hak asasi manusia.

Terlepas dari segala kontroversi tersebut, pemerintah kerap menggunakan metode tersebut untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi. Alasannya, menaikkan upah minimum pekerja menjadi cara cepat dan relatif efektif mengerek daya beli masyarakat.

Bila daya beli masyarakat naik, pemerintah berharap konsumsi masyarakat ikut naik. Demikian, pertumbuhan ekonomi di suatu negara juga itu terus naik. Bukan hanya Korea Selatan, Indonesia juga pernah menggunakan metode ini.

Beberapa tahun lalu, pemerintah menaikkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP). Demikian, pemerintah berharap belanja domestik akan naik seiring naiknya pendapatan. Jepang juga mengalami hal sama.

Pemerintah Jepang hampir frustrasi mengatasi deflasi yang terus terjadi di negaranya. Karena itu, pemerintah di negeri matahari terbit itu melakukan beberapa kebijakan fiskal yang bertujuan meningkatkan konsumsi domestik di negaranya.