Mari Intip Cara Memberikan Uang Tip di Beberapa Negara
A- A+

Sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan yang baik, sering kali orang ikhlas memberikan uang jasa (tip) pada penyedia jasa. Ternyata, tiap negara punya cara masing-masing dalam memberikan tip.

Bila kamu berencana pelesir ke negara lain, laporan Cosmopolitan ini bisa membantumu memahami cara memberi tip di negara lain.

Amerika Serikat

Sesuai prinsip ekonomi kapitalisme Paman Sam, masyarakat di sana sangat memperhatikan uang. Baik pelayan resto, penjaga pintu (doorman) dan sopir taksi mengharapkan tip.

Karena itu, bila kamu jalan-jalan ke sana dan tidak memberi uang tip, biasanya mereka akan cemberut atau menyebutmu pelit. Besar tip sekitar 20%.

Jepang

Jepang adalah salah satu negara yang penduduknya punya etos kerja tinggi. Karena itu, penduduk Jepang menganggap menyediakan jasa sudah menjadi pekerjaannya. Karena itu, mereka tak mengharapkan tip.

Biasanya, hanya pemandu wisata (tour guide) yang menerima tip walau sebenarnya mereka tak mengharapkannya.

Tiongkok

Tiongkok punya peraturan yang melarang karyawan hotel dan wisata menerima tip dari turis. Kompensasinya, mereka memasukkan biaya jasa (service charge) dalam layanan mereka sebesar 10%-20%.

Jika kamu tetap ingin memberi tip, lebih baik beri barang, bukan uang.

Prancis
Memberi tip 10%-15% untuk pelayan resto (meski harga sudah termasuk service charge) sudah umum di Prancis. Di negeri Menara Eifel itu, bahkan pemandu wisata (tour guide) menerima tip setidaknya 25 euro.