Mari Mengenal Jenis Pajak yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-Hari

Mari Mengenal Jenis Pajak yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-Hari

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering berbicara mengenai rendahnya partisipasi masyarakat dalam membayar pajak. Sri Mulyani juga sering menyorot kebiasaan sebagian masyarakat yang kerap membandingkan kondisi Indonesia dengan luar negeri.

Norwegia misalnya, mereka memajaki masyarakatnya sampai 60% dari penghasilan bulanan. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan Indonesia. Untuk itu, agar kamu lebih memiliki gambaran mengenai pajak, berikut jenis pajak yang ada dekat dengan kehidupanmu.

Pajak Penghasilan (PPh)

Bila kamu bekerja di kantor, pajak ini tentu sudah tak asing lagi. Kamu bisa melihat laporannya di slip gaji. PPh dikenakan pada individu dan badan tertentu berdasarkan penghasilan selama setahun. Jenis pajak penghasilan ini pun ada beberapa macam, namun yang paling umum adalah PPh 21.

Pajak tersebut berupa potongan pada penghasilan berupa gaji, upah, tunjangan, atau pembayaran lain terkait pekerjaan, jasa, atau kegiatan subjek pajak dalam negeri. Pegawai tidak tetap dan pekerja lepas juga dikenai pajak ini, namun perhitungannya berbeda dengan pekerja tetap.

Kemudian PPh 23 dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang sudah dipotong oleh PPh 21. Salah satu contohnya, pajak pemenang hadiah kuis. PPh 25 adalah jenis pajak yang dikenakan ketika kamu menerima penghasilan lebih dari satu pemberi kerja atau memiliki usaha bebas.

Pajak Restoran (PB1)

Ketika menerima struk setelah makan di kafe, kamu akan menyadari adanya pajak ini sebesar 10%. Bila restoran atau kafe mengenakan biaya pelayanan atau service charge, biasanya akan ditambahkan pada total pembelian, baru ditambah PB1.

Berbeda dengan PB1 yang masuk ke kas daerah, service charge akan menjadi bagian pendapatan bagi pekerja yang tidak termasuk sebagai komponen upah.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak atas kepemilikan properti ini harus dibayarkan tiap tahun berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang merupakan harga pasaran tanah dah bangunan saat terjadi transaksi jual beli. Menurut aturan, objek bumi dan bangunan untuk kepentingan umum atau sosial, seperti rumah ibadah, sekolah, atau rumah sakit tidak kena PBB, begitu pula untuk para penyewa atau kontrak.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Besar pajak tahunan ini bisa kamu cek langsung pada Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK). PKB termasuk jenis pajak progresi, jadi tiap tambahan kendaraan bermotor akan ada peningkatan persentase pajak yang harus dibayar.

Pajak Penerangan Jalan (PPJ)

Saat membeli token listrik atau membayar rekening listrik, kamu akan dikenakan pajak yang besarannya ditentukan pemerintah daerah setempat. Besarannya tidak akan lebih dari 10%. PPJ sendiri merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan daerah, termasuk membayar tagihan listrik untuk penerangan jalan umum (PJU).

MORE FROM MY SITE