Media Sosial Jadi Alasan Banyak Generasi Muda Tak Puas dengan Karier

Media Sosial Jadi Alasan Banyak Generasi Muda Tak Puas dengan Karier

Generasi muda (milenial) memang punya karakteristik yang unik. Di dunia karier, generasi ini terkenal sulit diatur dan sering berganti pekerjaan. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg juga pernah bilang bahwa milenial tidak terlalu suka kerja di kantor.

Terkait kebiasaan kerja milenial, Gallup Organization baru saja merilis hasil survei terbaru. Hasilnya, di Amerika Serikat (AS), hanya 28,9% kaum milenial merasa puas dengan pekerjaannya. Sedangkan 71% sisanya, merasa tak terhubung dengan profesinya.

Penyebab utamanya adalah, milenial terlalu sering mengakses media sosial. Interaksi di ponsel pintar itu membuat mereka terus terhubung dengan semua orang secara lintas generasi.

Di satu sisi, hal ini punya dampak positif menambah koneksi dan jaringan. Namun, ada sisi negatif yang mengintai, yakni membuat mereka mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Misalnya, ketika membuka LinkedIn dan melihat teman sekela sudah menjadi CEO di perusahaan rintisan ternama, ini akan membuat milenial merasa kalah saing dan rendah diri. Hasilnya, bisa memicu generasi muda menjadi minder.

Direktur konsultan Gen Y Inc. Emerson Csorba seperti dilansir Cosmopolitan menyebutkan, membandingkan kesuksesan akan membuat seseorang menjadi gelisah, lebih mudah merasa gelisah dan stres.

Bila menghadapi masalah ini, kamu bisa mengatasinya dengan memperluas sudut pandang tentang makna kesuksesan. Kamu harus mulai menggali makna sukses menurut dirimu sendiri, bukan dari media sosial.

Kedua, jangan mudah terpengaruh unggahan orang lain. Seringkali, mereka hanya menyebarkan hal-hal baik demi membangun citra. Di saat bersamaan, mereka menyimpan sisi kelam mereka.

Mengetahui banyak hal memang baik. Namun, dalam beberapa situasi, mengetahui banyak hal bisa menghalang dari rasa bahagia. Karena itu, tak ada salahnya berhenti sejenak dari media sosial untuk menemukan kembali kebahagiaan diri sendiri sebelum kembali mengejar karier.

MORE FROM MY SITE