Mengenal Rehabilitasi Karier dan Kenapa Harus Melakukannya

Mengenal Rehabilitasi Karier dan Kenapa Harus Melakukannya
Mengenal Rehabilitasi Karier dan Kenapa Harus Melakukannya

Bila membicarakan rehabilitasi, kegiatan ini terkait proses pemulihan dari kondisi buruk untuk kembali baik. Lalu, bagaimana dengan rehabilitasi karier? Pakar karier lembaga pengembangan karier Glassdoor Kanika Tolver mendefinisikannya sebagai kondisi ketika kamu terjebak suasana kantor penuh 'racun'.

Racun dalam hal ini bisa berupa seringnya timbul permasalahan rekan kerja maupun atasan. Atau, terkait banyaknya tugas kantor yang membuatmu terus-menerus lembur. Ketika terjebak situasi ini, kamu bisa jatuh sakit atau frustrasi. Dalam kasus ini, rehabilitasi karier bisa menjadi obatnya.

Kanika pun menunjukkan langkah-langkah yang perlu kamu lakukan seperti dilansir CNBC.

Sabar dan Ikuti Minat

Mulailah menulis semua pekerjaan yang kamu suka dan benci. Demikian, kamu bisa mengembangkan bakat dan kemampuan, misalnya dalam hal desain web, pemasaran media sosial, fotografi atau lainnya. Menemukan dan mengembangkan bakat di luar pekerjaan utama akan membantumu keluar dari stres.

Olahraga

Salah satu kiat menurunkan tingkat stres dan depresi adalah olahraga. Bergabunglah dengan klub olahraga, seperti yoga, berenang atau olahraga lain. Demikian, selain hidup lebih sehat, juga membantumu meningkatkan kepercayaan diri untuk menghadapi situasi kerja yang tak kondusif.

Hindari Rekan Kerja 'Beracun'

Membicarakan kelemahan dan keburukan rekan kerja memang mudah. Namun, hindari hal itu. Lebih baik, batasi komunikasi dengan rekan-rekan kerja yang membuatmu tak bahagia itu. Gantinya, kamu bisa meluaskan pergaulan secara profesional. Cara ini akan memberimu energi dan masukan positif.

Lakukan Branding Diri

Bila kamu merasa karier saat ini jalan di tempat, kamu bisa mulai menaikkan kapasitas. Caranya, kamu bisa ikut kursus daring (online) atau seminar. Bahkan, bila kamu jeli, ada kursus atau seminar gratis. Kemudian, kamu juga bisa mulai memperbaiki laman LinkedIn milikmu.

Jangan lupa, perluas koneksi dan pergaulan di jejaring profesional itu. Bila perlu, bergabunglah dengan grup para profesional di industrimu.

MORE FROM MY SITE