Profesi Langka & Inovatif Ini Bisa Jadi Pilihan di 2017 (2)

Profesi Langka & Inovatif Ini Bisa Jadi Pilihan di 2017 (2)

Menurut Didik, di luar aktivitas Kepolisian, pekerjaan investigasi digital forensik juga dilakukan oleh lembaga lain sesuai lingkup kewenangan perundangan yang dimilikinya.

Misalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Badan Narkotika Nasional (BNN), organisasi militer, Direktur Jenderal Pajak, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta menjadi tenaga ahli dan analis digital forensik di perusahaan swasta.

“Perbankan di Indonesia juga mulai merekrut profesional digital forensik,” papar pemegang Certified Ethical Hacking dan Computer Hacking Forensic Investigator dari E-Commerce Consultants (EC Council), sebuah lembaga internasional sertifikasi teknis keamanan di dunia maya, itu.

Soni sepakat, saat ini banyak kebutuhan sumber daya manusia yang ahli di bidang digital forensik. Pusat laboratorium forensik Polri yang menangani komputer forensik saja, saat ini hanya ada 20 orang di dalamnya.

Padahal mereka harus menganalisis barang bukti yang jumlahnya ratusan. Begitu pula analis digital forensik di Divisi Cyber Crime Polri juga terbatas. “Belum lagi di KPK, bahkan perusahaan-perusahaan swasta yang butuh SDM digital forensik,” kata lulusan Magister Forensika Digital UII itu.

Profesi digital forensik ini memang sangat langka. Karenanya, di Eropa dan Amerika pun sangat menghargai profesi ini. Jadi, wajar bila negara-negara tersebut memberi imbalan lebih dari cukup untuk profesi ini.

Berdasar www.payscale.com, pendapatan rata-rata per tahun dari profesi digital forensik mencapai US$ 82.500 (Rp 92,6 juta) per bulan. Yudi pun mengakui, seorang digital forensik senior yang mengantongi pelbagai ketrampilan dan sertifikasi tingkat global bisa mengantongi penghasilan sebesar itu.

Namun, jalan untuk mendapat sertifikasi yang belum ada di tingkat nasional ini juga panjang.

Ia mencontohkan, seorang profesional digital forensik harus memiliki banyak keterampilan seperti teori forensik, teori digital forensik, dan beberapa pengetahuan bidang hukum, arsitektur komputer, arsitektur ponsel pintar dan teori tentang multimedia.

Di Indonesia, sejumlah kampus sudah membuka studi itu antara lain UII Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Swiss German University (SGU) Jakarta.

MORE FROM MY SITE