Kisah Dunkin' Donuts Berubah Menjadi Waralaba Dunia

Kisah Dunkin' Donuts Berubah Menjadi Waralaba Dunia

Dunkin’ Donuts merupakan waralaba donat yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum waralaba donat lain bermunculan. Saat ini, ada sekitar 200 gerai Dunkin’ Donuts tersebar di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Bali, Medan, Yogyakarta, Makassar, dan kota besar lainnya.

William Rosenberg mendirikan Dunkin' Donuts pada 1950 dan tumbuh serta bekembang di Boston, Amerika Serikat (AS). Sebelum berganti nama menjadi Dunkin' Donuts, Rosenberg pertama kali mendirikan toko donat di 1940 dengan nama Open Kettle.

Lalu, ia mengubah nama Open Kattle menjadi Dunkin’ Donuts agar merek donatnya lebih menjual. Setelah berganti nama menjadi Dunkin’ Donuts, toko donat ini berkembang cukup pesat dan menjadi bisnis waralaba di 1955.

Selama 1950an, pendapatan dan keuntungan Dunkin’ Donuts terus meningkat. Hingga di 1963, Rosenberg menyerahkan jabatan CEO pada puteranya, Robert Rosenberg yang baru berusia 25 tahun dan baru lulus dari Hardvard Business School.

Pada 1970, Dunkin' Donuts menjadi merek Internasional yang tak hanya dijual di AS, juga Eropa dan Asia dengan reputasi produk dan layanan yang sangat luar biasa. Terkenalnya reputasi Dunkin’ Donuts membuat Allied Domecq, sebuah perusahaan internasional yang membawahi Togo’s dan Baskin Robins, berniat membeli Dunkin' Donuts dari keluarga Rosenberg.

dunkin donut

Pada 1983, keluarga Rosenberg sepakat dan menyetujui pemindahan kepemilikan Dunkin’ Donuts pada Allied Domecq dengan penuh persahabatan. Allied Domecq pun tak melakukan banyak perubahan pada manajemen Dunkin’ Donuts karena sudah sangat sesuai dengan bisnis makanan yang selama ini mereka jalankan.

Bahkan, Allied Domecq membantu Dunkin’ Donuts menumbuhkan pasar dalam dan luar negeri. Setelah melakukan banyak ekspansi keluar negeri, di 1985, Dunkin’ Donuts masuk Indonesia.

Gerai pertama di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat dan pemegang hak waralabanya adalah Dunkin’ Donuts Indonesia. Sejak diberi kepercayaan memegang master franchise, Dunkin' Donuts Indonesia terus membesarkan dan memperkuat awareness dan positioning toko donat ini di Jakarta dan kota besar lainnya.

Itu sebabnya Dunkin' Donuts Indonesia hingga kini terus memperluas pasar dengan membuka puluhan gerai permanen secara berkala. Cita-cita memperkuat awareness serta positioning Dunkin’ Donuts di Indonesia bisa dibilang sudah tercapai.

Hal ini terbukti dari hasil survei lembaga riset pemasaran yang menyatakan bahwa top of mind Dunkin' Donuts di Indonesia mencapai 91,8%. Bahkan tingkat kepuasan konsumen Indonesia terhadap Dunkin' Donuts secara keseluruhan mencapai 80,8%.

Pada awal 2001, Dunkin' Donuts Indonesia kembali melakukan gebrakan dengan menerapkan konsep baru (new image) di tiap gerainya. Kegiatan new image ini dilakukan secara bertahap seperti mengubah logo, interior gerai, dan berbagai perubahan lainnya.

Dampak dari gebrakan ini berhasil membuat Dunkin' Donuts terlihat lebih segar dan sesuai keinginan konsumen. Tak sampai disitu, Dunkin' Donuts Indonesia juga terus berinovasi, baik di produk dan peningkatan pelayanan.

Kini, Dunkin' Donuts memiliki 11.300 outlet, tersebar di lebih dari 33 negara di seluruh dunia, melayani 3 juta pelanggan setiap hari, menjual 52 jenis donat dan lebih dari selusin minuman kopi serta berbagai bagel, roti isi, dan menu lainnya.

dunkin_bca_03102015

Nikmati lebih hemat Pay 1 For 2  di Dunkin’ Donuts dengan kartu kredit BCA setiap hari Jumat hingga Minggu hingga 11 Maret 2016.

MORE FROM MY SITE