Atasi Konflik di Lingkungan Kerja dengan Cara Ini
A- A+

Tak ada satu orang pun bisa memprediksi kapan akan terjadi konflik. Meski sudah berhati-hati, kadang konflik tetap saja bisa terjadi. Konflik bisa terjadi akibat perbedaan penafsiran komunikasi lantaran beda bahasa atau budaya.

Apalagi, bila kamu punya rekan kerja warga asing, budayanya tentu akan sangat berbeda. Bila hal ini terjadi pada dirimu, ada beberapa kiat menanganinya seperti dilansir Entrepeneur.

Konflik Besar Berasal dari Masalah Kecil

Konflik berputar seperti lingkaran. Sebelum menjadi besar, konflik timbul dari hal-hal sepele yang tidak tertangani. Jadi, pastikan kamu menyelesaikan semua pekerjaanmu, baik yang kecil maupun besar.

Jangan Gunakan Emosi

Menggunakan emosi dalam menangani konflik seperti menyiramkan bensin ke dalam api. Kamu bisa hilang kendali. Jadi, jangan pernah menggunakan emosi dalam menangani konflik.

Bila kamu akan marah, lebih baik pergi sebentar. Redakan emosi agar kamu bisa berpikir lebih bijak dan lebih tenang.

Bersikap Lebih Murah Hati

Sebelum konflik muncul, berusahalah lebih keras berbuat baik. Hindari prasangka negatif pada orang lain. Daripada salah menilai orang lain, beri saja masukan positif pada mereka. Kamu juga bisa memberi masukan dari sudut pandang lain.

Konflik kerap terjadi akibat penilaian yang salah pada orang lain.

Beri Gambaran Secara Utuh

Orang lain akan memberi reaksi yang berbeda ketika mendapat gambaran suatu hal secara utuh. Karena itu, apapun keadaannya, usahakan menggambarkannya secara utuh. Misalnya, tim kerja tidak dapat mencapai target bulanan.

Jangan terlalu menghakimi kesalahan mereka. Beri masukan yang menunjang kinerja mereka.

Katakan Fakta Sebenarnya

Bagaimanapun keadaannya, jangan pernah menutupi sesuatu dari rekan kerja maupun tim kerja. Cari waktu yang terbaik berbicara dengan mereka dan katakan sejujurnya. Setelah bicara jujur, berikan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jangan Langsung Menegur Kesalahan Orang Lain

Bila kamu harus menegur seseorang karena kesalahannya, jangan lakukan di depan umum. Bicaralah secara pribadi dan katakan kesalahannya. Demikian, kamu tidak akan melukai perasaan dan harga dirinya.