Tak Perlu Khawatir Bayar Tol Harus Pakai Uang Elektronik
A- A+



Pembayaran tol wajib menggunakan uang elektronik di bulan ini. Hal ini sesuai peraturan Bank Indonesia (BI) dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 yang terbit pada 20 September 2017 lalu.

Isinya soal biaya tambahan (surcharge) yang ditentukan BI tiap isi ulang saldo uang elektronik. BI menegaskan, biaya tambahan isi ulang uang elektronik antar bank tak boleh lebih dari Rp1.500.

Untuk isi uang elektronik kurang dari Rp200 ribu di ATM bank penerbit kartu, maka tidak dikenakan biaya. Bila pengisian di atas Rp200 ribu di ATM bank penerbit, dikenakan biaya maksimal Rp750.

Untuk isi di jaringan ATM Bersama, kena biaya Rp1.500 dan Rp1.000 di minimarket (Alfamart, Alfamidi, Indomart, Lawson, dan Circle K). Pengisian di halte Transjakarta kena Rp1500.

Agar tetap gratis, aturan paling mudah adalah melakukan isi ulang di ATM bank penerbit dan di bawah Rp200 ribu. Menariknya, kamu bisa melakukan ini berulang kali asal isi ulang di bawah Rp200 ribu.

Bila kamu sering keluar masuk tol yang harganya lumayan besar, ada strategi yang bisa kamu terapkan. Misalnya ketika masuk tol tol Purbaleunyi, Cipularang dan Cipali.

Katakanlah kamu akan memulai perjalanan dengan kendaraan pribadi dari Pasar Rebo, Jakarta ke Palimanan, via tol Cipali, pulang pergi. Biaya yang kamu butuhkan adalah Rp119 ribu (Tol Lingkar Luar Jakarta Rp9.500, Tol Cikarang Utama-Cikopo Rp13.500, dan Tol Cikopo-Palimanan Rp96 ribu).

Untuk biaya pulang pergi maka menjadi Rp238 ribu. Karena nominal lebih dari Rp200 ribu, kamu bisa mencoba cara ini. Saat pergi, isi Flazz milik kamu sebesar Rp150 ribu di ATM PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Kemudian, lakukan isi ulang lagi Rp100 ribu ketika ingin pulang. Dus, kamu tak perlu membayar biaya administrasinya.

Semoga bermanfaat!