Ternyata Banyak Orang Asing Iri dengan Biaya Hidup di Indonesia
A- A+

Ada hal menarik dari sebuah laporan berjudul Expat Insider 2017. Laporan tersebut memberi peringkat terkait negara-negara terbaik untuk menghabiskan dan menikmati uang. Dari 188 negara yang disurvei, Indonesia masuk 30 negara terbaik.

InterNations melakukan survei pada 12.519 ekspatriat dari 166 negara yang hidup di 188 negara. Mereka pindah ke luar negeri karena kesempatan karier (41%) yang lebih baik. Di samping itu, mereka mengaku cinta dan ingin melihat bagian dunia yang lain.

Alasan lainnya, mereka ingin menikmati hidup lebih baik, tantangan dan menikmati hidup di luar negeri. Karena itu, seringkali, uang menjadi faktor paling penting bagi responden. Mereka merasa puas dengan kondisi keuangan mereka.

Namun, sebagian besar responden mengaku tak mengeluh jika harus hidup di negara dengan kondisi ekonomi lemah. Mereka mengaku bisa bertahan. Seperti dilaporkan Business Insider, mereka kemudian membagi peringkat ini dalam beberapa parameter yang mengindikasikan kemudahan hidup.

Menyewa apartemen dengan satu tempat tidur di tengah kota, biaya transportasi, membeli kopi (cappucino) dan bir. Standar biaya hidup adalah September 2017. Dalam survei ini, Indonesia masuk peringkat ke-20.

Dibanding standar hidup di Amerika Serikat (AS), biaya hidup di Indonesia 45% lebih murah. Di Indonesia, menyewa apartemen di kota besar hanya sekitar US$261,98 atau sekitar Rp3,5 juta.

Biaya transportasi (commuter) sebesar US$13,49 atau sekitar Rp180 ribu dan membeli kebutuhan harian Rp735 ribu. Harga cappucino di Indonesia, merujuk pada survei ini, sekitar US$1,92 atau sekitar Rp26 ribu dan bir Rp30ribu.

Bagaimana menurutmu?