Tetap Profesional Sebelum Mengundurkan Diri
A- A+

Sudah mantap berhenti dari pekerjaan? Sebelum meninggalkan kantor, pastikan kamu tetap bersikap profesional. Mengetahui apa saja yang harus menjadi perhatian sebelum resmi keluar adalah hal penting. Simak berikut.

Sudah Yakin Keluar?
Langkah ini penting. Jadi, pastikan kamu tak keluar karena emosi atau frustrasi. Sebelum memastikan alasan keluar, dingin suasana hati dan berpikirlah setidaknya dalam dua hari. Bila kamu merasa suasana kerja sudah menjadi racun, langkah terbaik memang keluar.

Namun, bila tidak cocok dengan rekan kerja, kamu bisa berpikir ulang. Kamu akan menemukan tipe orang yang seperti ini di mana pun kamu bekerja.

Perhatikan Aturan "Two Weeks Notice" atau "One Month Notice"
Sebagian besar perusahaan punya aturan ini. Tujuannya, agar perusahaan bisa menyiapkan pengganti dalam masa sebulan atau dua minggu. Pengusaha periklanan Paul Michael menganggap bahwa sebenarnya hal ini tidak perlu kamu lakukan.

Kamu sebenarnya bisa meninggalkan perusahaan kapanpun kamu mau. Namun, bila memang hal ini sudah menjadi aturan perusahaan, lebih baik ikuti saja.

Tulis Surat Pengunduran Diri dengan Baik
Bila kamu bekerja di perusahaan tersebut kurang dari setahun, kamu bisa menulis alasan pengunduran dengan keinginan meningkatkan karier. Tulis dengan rendah hati bahwa kamu butuh tempat pengembangan baru.

Bila karier di perusahaan sudah lama, tambahkan beberapa pencapaian atau kesuksesan yang diraih bersama perusahaan. Pengalaman-pengalaman tersebut, membuatmu tumbuh.

Jangan membawa masalah baru dalam surat pengunduran diri. Jangan pula membawa orang lain di dalamnya. Surat ini bisa menjadi peninggalan permanen dan dikaitkan denganmu. Jangan sampai surat itu menjadi senjata makan tuan.

Ajukan Surat Pengunduran Diri di Jumat
Jumat adalah hari terbaik mengajukan pengunduran diri. Senin-Kamis adalah hari sibuk untuk bekerja. Di Jumat, beberapa karyawan sudah relatif tidak sibuk dan bersiap menjalani akhir pekan.

Atasan juga akan lebih santai dan berpikir hal terbaik untuk mencari penggantimu.

Positif dan Produktif di Pekan Terakhir
Jangan sengaja datang terlambat, memperpanjang jam makan siang atau pulang lebih awal di hari-hari terakhir. Bersikaplah profesional meski sudah masuk hari terakhir.

Bantu Perusahaan dalam Masa Transisi
Tanya pada atasan atau orang yang berwenang, apa yang bisa kamu bantu selama masa transisi. Bila mereka sudah menemukan pengganti, ajarkan cara mengerjakan pekerjaan harian serta tanggung jawabnya. Pastikan perusahaan tetap berjalan dengan baik tanpamu.

Jangan Gunakan Wawancara Terakhir (Exit Interview) sebagai Sesi Keluhan
Beberapa perusahaan mewajibkan untuk bertemu manajer SDM atau bahkan direksi sebelum kamu keluar. Jangan gunakan kesempatan ini untuk mengeluh dan membeberkan semua masalah selama di kantor.

Katakan pada mereka kiat atau cara meningkatkan komunikasi, sistem kerja yang lebih fleksibel atau lainnya.

Selamat menempuh jenjang karier yang lebih baik!