Trik Sederhana Tingkatkan Kesempatan Berkarier
A- A+

Memiliki karier yang cemerlang tentu menjadi keinginan banyak orang. Ada banyak cara mewujudkan tujuan itu. Selain kerja cerdas, kamu juga perlu rajin meningkatkan kemampuan diri.

Namun, sebenarnya ada cara sederhana mengembangkan karier seperti dilansir Kompas.

Mengikuti Minat (Passion)
Cara ini memang sudah jamak. Namun, tentu masih banyak orang belum menemukan minat mereka. Penulis So Good They Can't Ignore You, Cal Newport, menyebutkan bahwa cara ini kerap menjadi pisau bermata dua.

Alasannya, kata Cal, minat bukanlah hal yang harus kamu ikuti. "Minat akan mengikuti sejalan kerja keras yang kamu lakukan," ujar Cal. Agar sukses, Cal menyarankan, miliki keahlian yang jarang namun bernilai.

Dia menyarankan, tempuh karier yang menarik dan mampu memberi keahlian tambahan serta pilihan yang lebih besar.

Menonjol
Persaingan dalam berkarier kian hari kian ketat. Apalagi, bila kamu berusaha mendapatkan pekerjaan baru yang informasi sudah terpublikasi. Ada kemungkinan bahwa ribuan orang juga mengincarnya.

Menurut pendiri TheHiddenJob.com Akbani Gangat, sebaiknya kamu tak ikut bersaing di tengah keramaian itu. Mulailah mencari lowongan pekerjaan yang tidak dipublikasikan. "Kamu harus meruntuhkan persaingan pekerjaan sehingga hanya ada kamu," ujarnya.

Terlalu Inisiatif
Dalam karier, ada banyak anjuran mengatakan, inisiatif membuat atasan atau klien senang. Sebab, cara ini bisa menunjukkan bahwa kamu memberikan upaya yang lebih dari harapan mereka. Akhirnya, pujian atau poin plus mengalir.

Namun, seringkali mereka justru tak peduli hingga sejauh itu. Hasil studi menunjukkan, inisiatif berlebih tak akan berdampak banyak pada karier. Kamu tak akan memperoleh bonus poin bahkan jika mereka pernah menjanjikannya.

Kamu justru akan mendapat peringatan bila tak memberi pekerjaan sesuai waktu.

Loyal dengan Pekerjaan

Selama ini, sering berganti pekerjaan kerap mendapat pandangan buruk. Akhirnya, banyak orang memutuskan untuk bertahan setidaknya dalam setahun agar dianggap bertanggung jawab. Sekarang, anggapan itu tampak kurang berlaku.

"Loyalitas di tempat kerja hanya untuk pecundang," tutur Akbani. Jaminan pensiun yang kian pudar dan restrukturisasi di lingkungan kerja membuat perusahaan yang mengharapkan kandidat mereka bertahan lama di satu perusahaan semakin sedikit.

Oleh karena itu, penting mengetahui perkembangan perusahaan lawan untuk mencari peluang terbaik dalam karier.

Membangun Merek (brand)
Generasi muda yang akrab dengan internet meyakini bahwa membangun merek (brand) adalah hal penting untuk kemajuan karier. Karenanya, mereka membentuk kehadiran yang signifikan di media sosial.

"Saya rasa kita terlalu berlebihan menilai bahwa tampil di media sosial adalah hal penting dan memberi dampak pada karier. Generasi muda meyakini bahwa brand online mereka memainkan peranan penting dalam kesuksesan mereka di dunia profesional," kata Cal.

Apakah kenyataannya selalu begitu? Bila kamu memiliki hal bernilai, maka kamu akan memiliki pilihan-pilihan yang baik. Jika tidak, lupakan saja keinginan mendapatkan karier cemerlang.