Melirik Peluang Bisnis Kedai Kopi Khas Indonesia Ala Artis
A- A+

Minum kopi sudah menjadi budaya baru di masyarakat. Kendati harga segelas kopi seringkali cukup mahal, minum kopi di kafe sambil bekerja, rapat atau mengobrol sudah menjadi kebiasaan.

Kafe-kafe baru pun mulai menjamur karenanya. Meski demikian, Nino Fernandez mengaku membuka kafe bukan karena mengikuti tren. Artis di film Get Married itu mengaku sudah menyukai dan mendalami kopi sejak lama.

Saat kuliah di Universitas Hamburg, Jerman, Nino bahkan pernah bekerja di salah satu kafe. Dia terus menyalur hasrat dengan meracik kopi. Nino juga membeli mesin kopi dan sempat berguru menjadi barista dari Yoshua, Juara Indonesia Barista Championship 2014.

Sejak film Filosofi Kopi naik daun pada 2015, Nino mengaku hasrat minum kopi masyarakat Indonesia terus bertambah. Karena itu, sejak Mei 2017 lalu, dia mantap membuka kedai kopi pertamanya  bernama Di Bawah Tangga.

Kedai kopi itu terletak di Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. "Berbeda dengan coffee shop lain, saya ingin menonjolkan konsep full Indonesia," kata pria kelahiran 1984 di Hamburg itu seperti dilansir Kontan.

Mengusung tema Indonesia, dia juga sepenuhnya memakai kopi organik dari berbagai daerah seperti Sumatera, Bali dan Sulawesi. Nino yang lulusan Bisnis itu juga menyediakan jajanan pasar sebagai pelengkap hidangan.

Bila kamu biasa merogoh kocek setidaknya Rp50 ribu untuk segelas kopi, di Di Bawah Tangga harga kopi lebih murah, sekitar Rp19 ribu sampai Rp29 ribu. Menghadirkan kopi murah dan enak dengan suasana kedai kopi asyik adalah tantangan di bisnis ini.

Bagi Nino, tiap cangkir kopi harus berkualitas dan diramu dengan hati. Karena itu, Nino mengusung tagline, Kopi enak Itu Dibuat dengan Hati. Untuk sukses, Nino bilang, hindari menjadi buntut, dan jadilah kepala.

"Kalau kita jadi kepala, apapun yang mau kita lakukan, uang pasti akan ikut. Yang juga penting dalam bisnis kopi, konsistensi dan pakai hati," tambah Nino. Meski baru, Nino tak takut berekspansi.

Tahun ini, Nino menargetkan membuka satu lagi kedai kopi di mal kawasan Jakarta Pusat. Membuka kedai kopi di pusat perbelanjaan, bagi Nino paling sesuai dengan budaya masyarakat Jakarta.

Mereka bisa makan, mencari hiburan, minum kopi dan mengobrol di tempat tersebut.

Tertarik mencoba?