Pengetahuan Wajib Sebelum Masuk Bisnis Penyedia Konten Daring

Pengetahuan Wajib Sebelum Masuk Bisnis Penyedia Konten Daring

Di era digital ini, internet punya peran besar bagi kehidupan manusia. Misalnya, untuk mencari informasi, hal pertama yang terpikir adalah mencarinya di mesin pencari seperti Google. Pergeseran kebiasaan ini pula akhirnya membuat bisnis konten daring (online) punya peluang besar tahun depan.

Meski punya peluang cerah, kamu tetap harus melengkapi diri dengan pengetahuan-pengetahuan wajib ini sebelum mulai terjun ke dalam bisnis tersebut seperti dikutip Detik.

Memahami Jati Diri Media

Agar konten video, gambar, tulisan atau lainnya bisa dimuat di media dan tepat sasaran, kamu harus bisa memosisikan atau membayangkan konten apa yang dibutuhkan audiens dan cara menyampaikannya pada mereka.

Membangun Kepercayaan

Membangun kepercayaan audiens adalah hal penting. Langkah ini bisa dilakukan dengan membuat konten yang menarik dan relevan bagi bidikan audiens. Misalnya, generasi muda (milenial) Indonesia yang mulai peduli pada keuangan mereka, maka berikan konten yang sesuai.

Meski demikian, tak perlu juga terlalu mudah terbawa arus atau tren tertentu. Mengikuti tren mungkin bisa memancing perhatian pembaca, namun akan lebih baik bila kamu tetap kembali pada jati diri awal dan mempertimbangkan apakah tren tersebut sesuai dengan perusahaanmu. Dalam hal ini, konsistensi menjadi penting.

Konten Relevan

Agar maksimal, ada beberapa hal teknis perlu kamu ketahui ketika menciptakan konten. Pertama, jadikan diri sendiri sebagai pembaca dengan mengikuti pola pikir milenial. Selanjutnya, buat konten yang memang memiliki korelasi, entah dalam bentuk tulisan, infografik, video, atau lainnya.

Kamu juga bisa menambahkan pemasaran konten untuk mendapat keuntungan, baik melalui Google Adsense, Content Marketing, kerja sama merek lain dan sebagainya. Untuk konten video, buat secara vertikal, bukan horizontal.

Sebab, sebagian besar audiens mengakses informasi melalui ponsel pintar. Jadi, buat konten mengikuti ukuran media sosial sehingga audiens bisa lebih mudah membagikannya ke jejaring sosial mereka.

Konten Baik Belum Tentu Mendukung Penjualan

Partner Facebook untuk Indonesia Henry Manampiring menyebutkan, konten yang baik tidak selalu linear dengan penjualan. Bahkan, lanjut Henry, korelasi keduanya hanya sekitar 1%. Meski konten banyak dibagikan audiens, belum tentu hal ini akan linear dengan penjualan karena audiens punya banyak pertimbangan.

MORE FROM MY SITE