Sebelum Memulai Bisnis Waralaba, Pahami Aturan Mainnya

Sebelum Memulai Bisnis Waralaba, Pahami Aturan Mainnya

Membeli bisnis waralaba (franchise) sering menjadi pilihan karena lebih mudah. Asosiasi Franchise Indonesia (API) setidaknya mencatat beberapa alasan mengapa harus memilih bisnis waralaba. Pertama,  lebih cepat memulai bisnis.

Jadi, kamu tak perlu membuat proposal bisnis dan strategi pemasaran karena bisnis siap jalan. Kedua, kamu tak perlu memiliki rekan kerja profesional karena mereka siap menjadi rekanmu. Selanjutnya, kamu tak perlu kampanye untuk mengenalkan merek (brand).

Karena, sebagian besar waralaba sudah punya reputasi secara merek. Waralaba juga dipilih karena memiliki media promosi gratis sehingga dapat menjalankan bisnis dengan mudah. Hal-hal tersebut membuat waralaba makin menjamur di Indonesia.

Bila kamu tertarik, sebelum memulainya, perhatikan kiat usaha waralaba ini seperti dilansir liputan6.

Cari Waralaba yang Mudah Dioperasikan

Jika baru mulai, sebaiknya cari waralaba yang mudah dan praktis dijalankan. Misalnya, bila kamu ingin bisnis waralaba makanan. Daripada berjualan soto ayam atau sejenisnya, akan lebih baik memilih berjualan kebab, burger atau makanan dan minuman siap saji lain bagi permulaan.

Waralaba dengan operasional yang sederhana juga bisa dimulai dengan modal yang lebih terjangkau. Bila masih pemula, mulai bisnis dengan modal kecil terlebih dahulu. Ketika sudah mulai menguasai dan stabil, tambah modal dan skala usaha agar menjadi lebih besar.

Cari Waralaba yang Banyak dikonsumsi Masyarakat

Tak sulit mencari produk yang punya pangsa pasar kelas menengah ke bawah. Pilih produk kategori ini karena potensi pasarnya besar. Produk dengan harga terjangkau biasanya lebih digemari dibanding produk dengan segmen menengah ke atas.

Pilih Waralaba dengan Reputasi Baik

Sebelum memilih waralaba, cari tahu terlebih dahulu seperti apa citra perusahaan tersebut di mata konsumen. Periksa apakah perusahaan tersebut pernah terlibat masalah atau tidak. Untuk memeriksanya, kamu bisa cek dari kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Surat tersebut dikeluarkan Kementerian Perdagangan RI. Jadi, bisnis yang dijalankan waralaba tersebut memang menguntungkan dan bertanggungjawab.

Pahami Ketentuan Fee, Royalti dan Sistem Waralaba

Agar tidak merasa dirugikan di kemudian hari, sebaiknya pelajari ketentuan fee, royalti dan sistem waralabanya. Tanyakan sejauh apa kemungkinan sistem akan berubah di kemudian hari. Misalnya, besar royalti ditentukan 30% saat membeli waralaba.

Namun, di kemudian hari, mereka menaikkannya menjadi 40%. Sebagai mitra, kamu tentu akan dirugikan oleh keputusan semacam ini.

Siap berbisnis?

MORE FROM MY SITE