Langkah Strategis Agar Tidak Terjebak Utang (2)

dompet
dompet

Susun Prioritas

Selesai dari bank, langsung susun prioritas utang mana yang perlu dilunasi lebih dulu. Caranya, bandingkan mana saja permohonan keringanan yang bisa disetujui. Pertimbangkan pula memberi prioritas pada bank atau lembaga keuangan yang sama sekali tak memberi keringanan agar tidak semakin berat.

Jual Aset

Setelah menyusun prioritas utang, susun strategi pembayaran. Pertama, lihat jumlah gaji. Bila gaji tidak memungkinkan lagi untuk membayar utang, mulai pertimbangkan jual aset. Misal, kamu punya investasi emas, reksa dana, atau aset lain, cairkan dan bayar utang.

Minta Bantuan

Jika seluruh aset sudah terjual namun masih belum cukup untuk bayar utang, maka minta bantuan keluarga. Ada dua macam bantuan yang bisa kamu minta. Pertama, bantuan untuk membayar utang dengan uang yang mereka punya. Jadi, kamu tinggal menyusun pembayaran cicilan pada keluarga.

Demikian, cicilan bisa lebih ringan karena meminjam dari keluarga. Jika ternyata keluarga tak punya cukup uang, gunakan aset milik mereka. Misal, sertifikat rumah orangtua untuk menjadi jaminan ke bank untuk mencari kredit yang lebih murah. Ini untuk membayar kredit yang bunganya tinggi hingga 40%.

Idealnya, kamu bisa mencicil pelunasan kredit dengan lebih mudah. Karena itu, cari bank yang bisa memberi kredit dengan bunga murah. Selain itu, kamu juga harus membicarakan rencana ini dengan baik-baik pada keluarga.

Hindari Utang

Setelah utang lunas, jadikan kejadian ini sebagai pengalaman. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Untuk menghitung agar keuangan sehat, pastikan total utang maksimal adalah 30% dari penghasilan.

"Cicilan utang yang sehat adalah total cicilan utang baik untuk utang konsumtif dan utang produktif tidak lebih dari 30% penghasilan. Kenapa bukan 35%? Selisih 5% adalah bentuk antisipasi jika suku bunga kredit naik," saran Perencana Keuangan Independen Pandji Harsanto.

Jangan lupa, sisihkan 10% dari penghasilan untuk investasi.

MORE FROM MY SITE