Solusi Anti Tanggal Tua Ala Mahasiswa yang Wajib Ditiru
A- A+

Namanya juga mahasiswa, dua atau tiga hari setelah mendapatkan jatah bulanan sudah langsung jadi tanggal tua. Gara-gara hobi ke bioskop, nongkrong di kedai kopi mahal, atau mengajak pacar jalan-jalan, duit jadi langsung ludes.

Akhirnya selama sisa tiga minggu sebelum tanggal muda lagi, mahasiswa ngenes seperti saya ini harus banyak-banyak puasa. Kalau perlu sering bermain ke kos teman cewek yang hobi masak dan enggak suka makan.

Selama beberapa bulan, saya melakukan hal-hal di atas dengan sempurna, hanya minus punya cewek saja sih. Selama itu, saya sudah mulai kapok harus sering makan sehari sekali.

Akhirnya dengan niat sekuat baja, saya ingin mengubah kebiasaan buruk itu dan mulai hidup sebagai mahasiswa yang anti tanggal tua. Begini cara yang saya lakukan.

Mengalokasikan Uang untuk Kebutuhan Pokok

Agak klise sih, tetapi saat saya terapkan dalam beberapa bulan, saya jadi enggak pernah kelaparan. Di bulan awal saya menginvestasikan sebagian uang jajan untuk membeli penanak nasi.

Dengan alat ini saya tidak perlu kebingungan lagi kalau keadaan dompet mengenaskan. Cukup memasak nasi dan menggunakan lauk seadanya, kadang telur dadar atau tahu tempe, saya masih bisa hidup.

Saat menerima uang dari orang tua, saya langsung membeli beras sekitar 10 kg. Selebihnya saya hanya akan membeli beberapa kebutuhan darurat seperti mi atau sereal instan.

Kalau kebutuhan pokok ini sudah saya penuhi baru deh memikirkan kebutuhan lagi seperti hiburan.

Hiburan itu Perlu tapi Tidak Setiap Hari

Awal kuliah saya selalu mewajibkan diri ini datang ke mal untuk alasan menyegarkan pikiran. Namun, ujung-ujungnya juga membeli makanan, ujung-ujungnya membeli buku, dan ujung-ujungnya lagi beli pakaian.

Akhirnya uang yang saya miliki ludes. Belum lagi kalau ada teman mengajak ke bioskop untuk menyaksikan film yang kadang enggak menarik. Saya mulai membatasi diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu.

Makan di luar boleh saja namun paling tidak seminggu sekali atau dua minggu sekali. Saya biasanya mengumpulkan uang jajan dan baru ke mal dua minggu kemudian. Dengan uang yang cukup banyak, saya masih bisa makan enak.

Terakhir, saya tidak selalu menyetujui teman yang mengajak saya menonton. Biasanya saya lihat dahulu apakah filmnya bagus atau tidak. Kalau bagus ya hayuk saja, kalau enggak ya absen dulu.

Berburu Barang Promosi agar Lebih Hemat



Namanya juga anak kos, pasti suka sekali dengan barang-barang promosi. Saya biasanya menjadi yang terdepan untuk urusan promosi ini. Saya menggunakan Info BCA untuk mengetahui promosi yang ada dan sedang berlangsung.

Biasanya kalau ada diskon di restoran, saya akan langsung memberi tahu teman-teman satu kelas. Setiap hari saya kepoin itu Info BCA. Kalau ada promosi yang menggiurkan saya akan memberi tahu anak-anak.

Mereka yang pakai Flazz BCA atau kartu kredit BCA biasanya sudah siap paling depan untuk mengajak anak-anak. Mereka mau melakukan transaksi  dengan kartunya agar dapat promosi.

Saat tanggal muda tiba, anak-anak akan gantian membayar kepada pemilik kartu sakti dari BCA itu.

Katakan Tidak untuk Uang Tunai

Katakan tidak untuk uang tunai yang ada di dompet. Adanya uang tunai hanya akan membuat saya jadi boros. Serius! Mau menahan diri seperti apa kalau ada uang di dompet ya apa-apa akan dibeli meski setelahnya akan menyesal.

Jadi, kalau mau hemat dan anti tanggal tua, jangan sering membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Inilah beberapa solusi yang bisa saya tawarkan agar kamu anti tanggal tua. (Irman)

Semoga bermanfaat ya!

Administrator

admin