Dari Karyawan Hingga Mantap Berdagang Ponsel (1)

Dari Karyawan Hingga Mantap Berdagang Ponsel (1)
Dari Karyawan Hingga Mantap Berdagang Ponsel (1)

Tak ada yang tahu takdir seseorang akan membawanya ke mana. Yun-Yun misalnya. Wanita asal Bangka ini sebenarnya sudah memiliki karier yang bagus di sebuah perusahaan telekomunikasi ternama di ibu kota.

Meski demikian, wanita 42 tahun itu ternyata punya panggilan hati sendiri. Sejak kecil Yun-Yun dibesarkan dalam keluarga pedagang, dan berdagang ternyata sudah menjadi panggilan hatinya sejak lama.

Bakat dagang ibu tiga anak ini boleh dibilang memang turunan. "Sedari kecil saya sudah senang berjualan. Apalagi orang tua juga berdagang sembako. Orang bilang bakat saya memang marketing," katanya.

Setelah memahami seluk beluk bisnis ponsel, Yun-Yun berani mengambil risiko meninggalkan pekerjaannya dan membuka usaha sendiri. Sekitar 2001, Yun-Yun memutuskan membuka toko ponsel di ITC Roxy Mas.

Impiannya hanya satu, yakni menjadi pebisnis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Saya memang merasa cocok berbisnis ponsel karena sudah mendalaminya. Dibanding bisnis lain yang tak dimengerti yang risikonya lebih besar. Ketika dijalani perlahan-lahan, usaha maju. Dari toko kecil, modal kecil kini sudah punya toko yang lebih besar di lantai dasar. Kita juga bisa buka dua toko lagi di lot nomor 2 dan 82," ujar ibu empat anak itu.

Jalan menjadi seorang pedagang bagi Yun-Yun nampak mulus. Namun kenyataannya, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lalu apa rahasia sukses Yun-Yun hingga bisa memiliki tiga toko ponsel di ITC Roxy Mas?

Di awal membuka toko, Yun-Yun berjualan ponsel bekas. Kesulitan mencari stok barang membuatnya beralih menjual ponsel baru. Apalagi keuntungan berjualan ponsel bekas tak seberapa. Keputusan Yun-Yun berjualan ponsel baru terbukti menunjukkan hasil.

Salah satu rahasianya adalah cerdik memilih lokasi toko yang mudah dilirik calon pembeli. Rahasia lainnya adalah kemampuan Yun-Yun bersosialisasi dengan calon pembeli yang bisa menarik pelanggan setia.

"Intinya saya berjualan tidak ambil untung banyak. Tapi bagaimana toko saya punya pelanggan tetap dan setia, jadi selalu ada repeat order. Ini pula yang selalu saya tekankan pada 22 karyawan saya," katanya.

Berlanjut ke bagian kedua.

MORE FROM MY SITE