5 Fakta Keuangan yang Ternyata Mitos

5 Fakta Keuangan yang Ternyata Mitos

Pasti kamu pernah mendengar ‘fakta umum’ soal menabung seribu dapat seribu dan properti adalah investasi yang besar. Setelah mendengar kalimat itu, pasti ada diantara kamu yang menganggukkan kepala tanda setuju bukan?

Sayangnya, menurut ahli keuangan, hal tersebut ternyata hanyalah mitos yang malah bisa membuat kita mendapat masalah dan memiliki anggarapan salah soal uang, menabung dan investasi. Konsultan bisnis dan penulis ‘The 10X Rule’ Grant Cardone membantahnya.

Menurutnya, pernyataan seperti ‘bayar pakai daun’ memiliki efek negatif terhadap cara orang melihat uang. “Konsep ini membuat orang menganggap bahwa uang adalah barang langka,” katanya. Selanjutnya kita kupas pernyataan-pernyataan yang tidak benar tersebut.

Pertama, bank adalah tempat terbaik untuk uang. “Rekening tabungan seperti matras. Sama seperti matras yang makin tidak empuk, rekening tabungan juga akan terus berkurang seiring waktu karena suku bunga rendah tak bisa mengejar laju inflasi,” ungkap CEO Lexion Capital Management Elle Kaplan.

Kedua, menabung seribu dapat seribu. Banyak orang menganggap menimbun uang akan membuat mereka kaya. Sayangnya anggapan ini salah. “Kunci utama (kaya) adalah penghasilan,” kata Steve Siebold, penulis ‘How Rich People Think’.

Jadi, kamu harus berhati-hati mengelola pengeluaran dan terus tingkatkan kemampuanmu dalam bidangmu untuk meningkatkan potensi pendapatan masa depan. Ketiga, rumah adalah investasi bagus.

Menurut penasehat investasi Brian Antenucci, akibat krisis keuangan, nilai rumah ternyata dapat terfluktuasi secara dramatis. Jika kamu membeli rumah dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka risikonya makin besar pula.

Sekarang, pertimbangkan lagi, apakah kamu mau menetap dirumah itu untuk selamanya. Jika tidak, maka sebaiknya lunasi KPR mu secepatnya, kata Presiden Libertas Wealth Management Group Inc Adam Koos.

Keempat, membayar secara tunai adalah cara terbaik. Hal ini sebagian memang benar, dan kamu bisa saja melewatkan bonus-bonus yang ditawarkan perusahaan kartu kredit. “Kamu bisa dapat banyak bonus dari kartu kredit. Kuncinya, selalu lunasi utangmu di akhir bulan,” kata Koos.

Terakhir, hanya investasi di produk yang kamu tahu saja. Memang menguntungkan untuk mengetahui dasar investasi. Namun, jangan serta merta melakukan investasi dalam jumlah besar karena kamu sudah mengenalnya.

Kenyataannya bisa berbeda. “Kami punya klien yang paham betul tentang industri yang digelutinya. Jadi, mereka hanya mau investasi di perusahaan yang ia kenal saja. Ini jelas memiliki risiko yang lebih besar karena kamu tidak melakukan diversifikasi portofolio,” kata Antenucci.

MORE FROM MY SITE