Cara Mengenali Ratusan Investasi Bodong di Indonesia
A- A+

Adalah hal yang wajar saat kita mengharapkan imbal hasil atau keuntungan dari setiap keputusan investasi. Sekecil apapun serta dalam jangka panjang pun investasi selalu mengandung risiko, tapi bukan berarti kita terjebak dalam bentuk-bentuk investasi yang tampak menggiurkan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Oktober 2014 menerima lebih dari 2.700 pengaduan atas jasa keuangan. Tapi, lembaga itu mengidentifikasi 262 penawaran investasi bukan merupakan kewenangannya. Oleh karena itu, OJK membantu investor dan calon investor untuk mengenali bentuk-bentuk investasi bodong yang mempunyai karakterisitik. Karakteristik itu antara lain:


  1. Menjanjikan manfaat investasi (keuntungan) besar/tidak wajar

  2. Tidak ditawarkan melalui melalui lembaga penyiaran (TV dan radio) namun ditawarkan melalui internet/online, tidak jelas domisili usaha dan tidak dapat berinteraksi secara fisik

  3. Bersifat berantai, member get member, namun tidak terdapat barang yang menjadi obyek investasi, atau terdapat barang, namun harga barang tersebut tidak wajar jika dibanding dengan barang sejenis yang dijual di pasar

  4. Dana masyarakat dikelola/diinvestasikan kembali pada proyek di luar negeri

  5. Menggunakan "public figure", pejabat, tokoh agama, artis

  6. Menjanjikan bonus barang mewah (mobil mewah), tour keluar negeri

  7. Mengkaitkan antara investasi dengan charity atau ibadah

  8. Memberi kesan seolah-olah bebas risiko

  9. Memberi kesan seolah-olah dijamin atau berafiliasi dengan perusahaan besar/multi nasional

  10. Tidak memiliki izin usaha atau memiliki izin usaha tetapi tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang dilakukan.


Jika kamu ingin memastikan apakah perusahaan investasi yang kamu tuju masuk dalam daftar perusahaan yang tidak masuk dalam kewenangan OJK, kamu dapat membuka link berikut: http://www.ojk.go.id/daftar-perusahaan-yang-tak-mendapatkan-izin-oleh-ojk