Kebohongan yang Sering Diucapkan pada Diri Sendiri

Kebohongan yang Sering Diucapkan pada Diri Sendiri
Kebohongan yang Sering Diucapkan pada Diri Sendiri

Semua orang punya rasa bersalah karena membohongi diri sendiri dengan dosa putih tiap harinya. Misalnya, 'sepotong kue tak akan merusak diet' atau 'masih ada waktu menonton serial sebelum tidur'.

Sayangnya, bila kebohongan ini dilakukan dalam hal keuangan, dampaknya bisa berbahaya. Ada kebohongan yang membuat kita terus memiliki utang dan menghentikan kita hidup sesuai keinginan. Berikut kebohongan yang sering orang lakukan pada dirinya sendiri.

Saya butuh (barang) itu. Kebutuhan dan keinginan memang harus dipisahkan. Tanyakan kembali pertanyaan ini pada dirimu sendiri ketika akan membeli sesuatu, entah itu ponsel terbaru atau baju atau lainnya.

Kredit merupakan uang gratis. Ini adalah hal yang salah. Faktanya, hampir semua kredit merupakan uang mahal bila kamu mau menganalisisnya. Mulai dari bunga, iuran tahunan, dan lainhya.

Saya hanya mampu membayar tagihan minimum. Hal ini sering kali terjadi pada pemegang kartu kredit. Padahal, tagihan bulanan minimum ini sebenarnya adalah beban bunga. Tentu, utang yang ada akan menumpuk.

Saya harus membelinya, mumpung sedang diskon. Ada beberapa cara melihat diskon atau sale. Ini bisa menjadi kesempatan berhemat atau mencari uang. Bila kamu membeli barang hanya karena sedang sale, ini merupakan cara yang buruk untuk menghabiskan uang, kecuali kamu memang butuh barang itu.

Saya pantas mendapatkannya. Ini sering sekali terjadi. Ketika kamu sudah bekerja keras, dan kamu merasa patut memberi dirimu penghargaan. Memang tidak ada salahnya dengan hal ini, namun jangan berlebihan hingga membuatmu mengeluarkan banyak uang.

Saya tak akan hidup selamanya. Ada ungkapan, belanjakan saja selagi masih muda. Masalah dari pemikiran ini adalah, uangmu pasti akan habis, utang menumpuk dan kamu akan khawatir atas masa depanmu.

Pasti ada jalannya. Terlalu mengandalkan keberuntungan merupakan hal konyol. Kamu memang bisa mendapat promosi yang besar di kantor, namun kesempatannya tidaklah besar. Kamu harus memastikan bahwa kamu bisa menciptakan keberuntunganmu sendiri sehingga tidak mengandalkan hal yang tidak pasti.

Jadi, kebohongan mana yang sering kamu lakukan?

MORE FROM MY SITE