Waspadai 10 Orang Penghancur Bisnismu (1)
A- A+

Jika kamu ingin bisnismu sukses, kamu harus sangat pemilih dalam memilih orang. Emosi dan perilaku bisa menyebar melalui jaringan sosial dengan pola serupa virus flu. Namun, jika makin banyak orang positif masuk, lingkunganmu juga akan makin kondusif.

Mengenali orang yang harus dihindari dan dijaga bukan perkara mudah. Namun, dengan sedikit latihan, kamu pasti bisa memilah orang yang bisa membawa perusahaanmu runtuh. Untuk itu, ada 10 jenis orang (entah karyawan atau klien) yang sebaiknya kamu hindari.

Pertama, sang perayu. Orang-orang ini sangat pandai menarik perhatian. Karena orang-orang semacam ini, banyak kasus yang membuat perusahaan melewatkan kesempatan besar untuk masa depannya. Jadi, jangan sampai orang semacam ini membuatmu lupa pada tujuan utamamu dan bisnismu.

Kedua, sang kambing. Orang dalam kategori ini sangat karismatik, bicara besar dan punya banyak kekuatan. Masalahnya adalah, orang-orang ini kerap menggunakan kekuatan mereka dengan licik. Mereka juga bisa membuat orang lain membuat keputusan yang buruk. Jadi, jika kamu terus-terusan membuat keputusan yang salah dan ada seseorang di dekatmu, sudah waktunya menyingkirkannya.

Ketiga, sang gajah. Orang dalam kategori ini tak pernah lupa. Mereka tak akan pernah membiarkanmu tidur tenang karena akan terus mengungkit kesalahan masa lalu. Jangan biarkan orang ini membawamu ke masa lalu. Tak ada yang salah dengan membuat kesalahan, karena dari kesalahan kamu dapat pelajaran baru. Jadi, teruslah maju.

Keempat, sang pembenci. Para pembenci adalah mereka yang ingin duduk di posisi puncak namun tak mau bekerja untuk mendapatkannya. Malah, ia akan mendorong orang lain supaya jatuh. Jangan biarkan orang semacam ini masuk ke dalam bisnismu, jika ada, atur strategi supaya sang pembenci menjadi motivasi untuk membuat bisnismu kuat.

Kelima, si narsis. Orang narsis adalah orang berbakat yang terlalu fokus pada dirinya sendiri. Orang ini sangat payah dalam mangambil keputusan dalam tim. Orang semacam ini kerap membuat perusahaanmu terlihat besar dari seharusnya. Jadi, jauhi orang semacam ini di awal bisnismu dan fokus pada reputasi perusahaan, bukan kesan.