3 Hal Soal Personal Branding, Biar Klien Tahu Kamu Keren

Personal brand dimiliki setiap orang.
Personal brand dimiliki setiap orang.

Branding sangat penting dan dibutuhkan dalam bisnis. Tanpa branding yang baik, orang akan dengan mudah lupa pada brand tersebut dan memilih yang lain. Itulah mengapa personal branding harus jadi perhatian utama.

Untungnya, seperti kata orang terkaya di dunia Jeff Bezos, setiap orang itu sebenarnya memiliki personal brand. Artinya sekarang tinggal bagaimana kita dapat memaksimalkannya dengan melakukan branding yang baik.

Soalnya di zaman sekarang, apalagi di masa pandemi, personal brand itu jadi kunci apakah sebuah bisnis bisa bertahan atau tidak. Orang atau konsumen sudah lebih selektif. Mereka akan memilih berdasarkan kesan dan pengalaman. Jadi klien harus tahu kalau kamu atau produkmu itu masih, tetap, atau memang keren.

Biar dapat gambaran, kita pakai contoh ya.

Ada sebuah produk jus sayuran bermerek Ijo Nyehat (apabila ada kesamaan nama ini hanya kebetulan saja ya). Nah, sejak awal, mereka menawarkan produknya sebagai solusi hidup sehat.

Jus ini menggunakan bahan alami dan diambil dari sayuran segar berkualitas. Mereka mengklaim produknya sangat baik dikonsumsi untuk menjaga tubuh tetap fit.

Nah, pengenalan Ijo Nyehat sebagai jus sayuran yang baik untuk tubuh karena menggunakan bahan alami ini dipercaya oleh konsumennya. Sehingga ketika konsumen ditanya, “Eh, Ijo Nyehat itu apaan sih?”

Maka dia akan menjawab, “Itu lho, jus sayuran. Bagus kok, dia pakai bahan alami.”

Nah, sampai di sini kita bisa simpulkan kalau brand Ijo Nyehat ini berhasil melakukan personal branding yang baik pada produknya. Sebab kesan yang disampaikan konsumen soal produk itu adalah kesan baik.

Sebaliknya, kalau personal branding yang dilakukan itu buruk, maka kesan yang diingat konsumen tentang Ijo Nyehat kira-kira:

“Oh mahal doang itu jusnya.”

“Jus sayuran yang mahal, tapi katanya rasanya biasa aja.”

“Katanya jus sayuran, tapi rasa enggak karuan.”

Begitulah kira-kira. Bagaimana? Makin yakin kalau personal branding itu penting?

Biar tambah yakin, simak yuk 3 Hal Soal Personal Branding yang Perlu Kamu Tahu menurut pakar bisnis Chris Diaz yang dilansir dari Entrepreneur.com.

1. Memahami Klien atau Konsumen

Ingat, ketika kamu berhasil menancapkan personal brand secara mantap, maka secara otomatis permintaan akan meningkat. Dengan begitu, kamu bisa menaikkan tarif jasa atau harga produk. Tapi untuk itu kuncinya adalah memahami konsumen atau klien yang ingin kamu tarik dulu.

Misalnya, kamu menjual arloji mewah. Target pasarnya adalah eksekutif muda dengan pendapatan di atas Rp20 juta per bulan. Nah, kamu harus buat agar personal branding-mu setidaknya mirip dengan eksekutif muda berpendapatan tinggi, agar mereka merasa familiar sehingga branding lebih efektif.

"Mempertahankan standar tinggi dan profesional akan memudahkan kita menjual lebih banyak, sebab melalui personal branding, kamu dapat mendemonstrasikan 'nilai' jual (produk/jasa)," ujar Diaz.

2. Mendapatkan Kepercayaan Konsumen

Dalam pasar yang tersaturasi seperti pasar online, persaingan begitu banyak dan tak terhindarkan. Faktor kepercayaan akan sangat berperan penting di sini.

Klien tentunya ingin tahu dengan siapa mereka berbisnis. Mereka ingin menemukan orang yang bisa dipercaya.

Konsumen juga hanya ingin memakai produk yang pasti-pasti saja. Bahkan mereka rela untuk bayar lebih.

Dengan personal branding yang kuat, kamu akan dapat kepercayaan mereka. Sebab biasanya orang akan lebih percaya kepada kamu ketimbang orang lain yang tidak terlalu dikenal atau produk yang baru mereka lihat.

3. Personal Branding adalah CV modern

Personal branding yang kuat akan membuatmu lebih dipercaya dan pada akhirnya menjadi semacam CV (curriculum vitae/riwayat hidup) versi modern. Saat kamu melamar kerja, CV yang bagus akan bikin kamu lebih mudah diterima. Ini juga berlaku dalam personal branding.

"Personal branding bukan tentang siapa saja yang kamu kenal, tapi siapa saja yang kenal kamu," ujar Diaz. Dalam era digital, sukses finansial berbanding lurus dengan berapa banyak orang yang kamu kenal, menyukaimu, dan mempercayaimu.

Sama halnya dengan produk. Makin banyak produkmu dikenal maka makin mudah kamu melebarkan sayap hingga ke banyak daerah. Kesimpulannya, personal branding adalah alat bantu penjualan, pemasaran, dan berjejaring paling kuat di zaman sekarang. Jadi, kenapa tidak memaksimalkannya?

Tambah pengetahuanmu dengan buku-buku terbaik soal personal branding. Ada banyak buku menarik di Google Play Books yang tinggal kamu pilih dan beli.

Baca: 6 Buku Bisnis Terbaik Tahun 2020

Bingung cara bayarnya? Beli voucher google play di BCA mobile aja. Dengan voucher ini, kamu bisa beli game, aplikasi, film, dan tentu saja buku-buku keren.

Klik caranya di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.