4 Cara Simpel Kolaborasi Antar Brand yang Dapat Tingkatkan Penjualanmu

Kolaborasi antar brand kian tren di masa sekarang
Kolaborasi antar brand kian tren di masa sekarang

Kian ketatnya persaingan bisnis membuat setiap pengusaha harus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan produknya. Salah satu strategi unik yang makin tren saat ini adalah kerja sama dengan brand lain atau yang populer dikenal dengan istilah kolaborasi antar brand.

Bicara soal kolaborasi antar brand, umumnya orang akan melihat brand-brand besar. Misalnya Indomie dan Chitato. Keduanya berkolaborasi ide dengan menciptakan Indomie Goreng Hype Abis rasa Chitato.

Ada lagi Oreo dan Supreme. Kedua brand lantas meluncurkan Supreme Oreo yang kemudian banyak diulas para influencer. Dengan memberi warna merah serta tulisan Supreme di bagian tengah, Oreo tersebut dijual hingga Rp269 juta di Amerika Serikat.

Lego juga sering melakukannya. Salah satunya berkolaborasi dengan Nasa menciptakan produk mainan berupa set pendaratan di Bulan dengan Apollo 11 Eagle. Harganya saat itu Rp1,4 juta.

Bahkan brand make up lokal ternama Upmost Beaute pernah berkolaborasi dengan brand Tolak Angin. Mereka membuat produk Honey Glazed Eyeshadow Palette yang terinspirasi dari bahan-bahan alami Tolak Angin dicampur madu dan cengkeh.

Namun kolaborasi sesungguhnya tidak harus dengan brand-brand besar. Intinya, seperti kata Mohan Sahnew, Profesor Kellog, kolaborasi harus bersifat mutualisme dan harusnya saling menguntungkan.

"Kolaborasi antar brand dapat dilakukan dengan saling bertukar gagasan, menciptakan bersama sebuah produk, berbagi platform, dan lain-lain," katanya.

Nah, untuk kamu yang ingin mencoba peruntungan baru dengan menerapkan strategi kolaborasi antar brand, tak harus susah payah menghubungi brand-brand besar. Kamu bisa berkolaborasi secara simpel dengan contoh-contoh berikut:

1. Kolaborasi dengan Marketplace

Marketplace sebenarnya membuka kesempatan untuk pebisnis berkolaborasi. Platform yang disediakan marketplace dapat mempertemukan calon pembeli dengan produkmu. Konsumen juga jadi makin banyak yang mengenal brand kamu.

Hubungan mutualisme yang terjalin di sini, yaitu pembeli memesan barang lalu membayar, kemudian pihak marketplace mengonfirmasikan kepada kamu agar segera memproses pesanan serta mengirimkannya. Setelah itu, marketplace akan mentransfer sejumlah uang kepada kamu.

2. Kolaborasi dengan Aliansi

Kamu bisa berkolaborasi dengan aliansi atau pebisnis lain yang serupa dengan bisnis kamu. Misalnya kamu menjual produk fashion t-shirt dan kaos. Lalu agar tokomu semakin lengkap, kamu bekerja sama dengan aliansi pedagang fashion lainnya seperti sepatu, celana, tas, topi, dan lain-lain.

Dengan begitu, toko kamu akan semakin lengkap dan konsep kolaborasi ini akan membuat bisnis kamu semakin variatif di mata konsumen.

3. Kolaborasi dengan Reseller

Sederhananya reseller adalah pihak yang memasarkan kembali barang yang kamu jual. Namun sebenarnya reseller itu bisa perorangan, toko online lain, atau toko fisik. Jadi berkolaborasilah dengan macam-macam reseller. Semakin banyak reseller, brand kamu semakin luas promosinya dan perputaran bisnis semakin cepat.

4. Kolaborasi dengan Brand Lain dalam Bentuk Promo Diskon

Model kolaborasi ini juga banyak diterapkan pengusaha. Misalnya kamu menjual bakso. Untuk pelanggan yang sudah 10 kali makan bakso di tempatmu, dapat voucher potong rambut gratis di barbershop sebelah tokomu.

Begitu pula sebaliknya, pelanggan yang sudah potong rambut 5 kali, dapat voucher makan bakso gratis di tempatmu. Sistem kolaborasi ini sebenarnya tidak akan merugikan. Malah akan membuat kamu semakin banyak mendapatkan pelanggan.

Nah, itulah tadi 4 jenis kolaborasi antar brand yang mudah kamu terapkan untuk bisnismu. Tak perlu jalin kolaborasi dengan brand besar kan?

Yuk, mainkan!

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.