Awas Pasar Jenuh, 3 Jalan Ninja Agar Menang Lawan Kompetitor

Serius ini Ninja
Serius ini Ninja

Punya kompetitor dalam bisnis tentu hal biasa. Tapi tahukah kamu, saat kompetisi sudah terlalu banyak sementara permintaan segitu-segitu saja, akan tercipta yang namanya pasar jenuh?

Setiap produk pasti memiliki titik jenuhnya. Contoh, tren minuman boba yang hits tahun lalu. Tak sulit menemukan stand minuman boba. Bahkan bisa jadi di setiap sudut kelurahan pun ada.

Saking banyaknya, akhirnya pasar jenuh. Masyarakat mulai bosan dan mulai mengurangi minatnya untuk beli.

Lantas bagaimana kalau produk kita mengalami hal itu, terdampar dalam persaingan di pasar yang sudah jenuh? Jangan putus asa dulu. Semua selalu ada solusinya.

Dilansir dari Entrepreneur.com, ada tiga jalan ninja yang bisa kamu terapkan agar produkmu stand out dan memenangkan persaingan di pasar jenuh. Kamu bisa lakukan semua atau fokus pada salah satunya.

Yuk simak.

1. Punya Penampilan Lebih Baik dari Pesaing

Orang bilang, jangan nilai buku dari kovernya saja. Kalau kamu konsumen sih boleh saja berpikir seperti itu. Tapi jika kamu entrepreneur, pepatah tersebut tak bisa diterapkan. Buktinya, produk yang punya penampilan lebih baik biasanya bakal lebih laris ketimbang produk yang sama tetapi penampilan luarnya jelek.

Ini karena sebagian konsumen membeli sesuatu atas dorongan emosional. Contohnya, kasus seperti ini: "Wah, produk di toko A kelihatannya bagus nih, foto produknya dilakukan secara profesional di studio." Padahal, toko B juga menjual produk yang sama dan bahkan sedikit lebih murah. Tapi karena foto produknya buram dan enggak keren, orang tersebut lebih memilih toko A

Oke, penampilan bagus dan jelek itu memang relatif. Di sinilah pentingnya peran pemasaran. Jika sebuah produk digunakan influencer dan selebritis, kemungkinan besar produk tersebut bakal dicari.

2. Bekerja Lebih Baik dari Pesaing

Dengan harga yang relatif mahal, mengapa Apple iPhone bisa laris manis? Padahal vendor ponsel lain punya pilihan harga dari entry level hingga high end dengan kemampuan yang kurang lebih setara.

Jawabannya adalah iPhone dianggap bekerja lebih baik ketimbang ponsel dari brand dan sistem operasi lain seperti Android. Coba saja tanya para pengguna iPhone mengapa mereka membelinya. Mereka akan beralasan, "iPhone jarang nge-lag, antarmuka iPhone mudah digunakan, layarnya lebih bagus," dan berbagai alasan lain yang intinya iPhone dianggap bekerja lebih baik dari pesaingnya.

Ini lebih kepada keberhasilan dalam memupuk kepercayaan konsumen. Jika ritsleting dalam sebuah brand celana jins mudah rusak, konsumen akan ogah beli produk yang sama di esok hari. Bahkan, mereka bisa jadi bakal kasih tahu teman-temannya agar tak membeli brand tersebut. Nah, membangun kepercayaan itu yang sulit.

3. Lebih Nyaman dan Mudah

Mengapa kini ojek daring lebih mudah ditemui ketimbang ojek pangkalan? Ini terjadi karena konsumen lebih memilih kenyamanan dan kepraktisan yang ditawarkan ojek daring. Duduk manis, buka ponsel, tunggu, ojek datang. Tak perlu jalan ke pangkalan, tak perlu tawar-menawar.

Hidup orang di zaman sekarang cenderung lebih rumit dan bikin stres. Itulah sebabnya kenyamanan dan kemudahan adalah faktor penting dalam memenangkan persaingan di pasar jenuh. Kalau bisa dipermudah, untuk apa dipersulit?

Itulah tiga jalan untuk memenangkan persaingan di pasar yang sudah jenuh. Produk yang hebat bisa menerapkan tiga jalan di atas secara sekaligus. Namun, kamu boleh kok menerapkan salah satu saja dengan tetap memasukkan sedikit dari dua unsur lainnya dalam bisnismu. Selamat berusaha!

Solusi Pemasaran

Pengembangan brand terhambat karena mentok di dana? Atasi dengan solusi pembiayaan Kredit Modal Kerja dari BCA. Ada banyak jenisnya, lho.

Pelajari dan lakukan simulasinya di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.