Bangun Startup di Indonesia Masih di Jenjang Mudah

Bangun Startup di Indonesia Masih di Jenjang Mudah
Bangun Startup di Indonesia Masih di Jenjang Mudah

Perusahaan rintisan (startup) memang sedang tumbuh cukup pesat di Indonesia, terlebih lingkungan yang kian kondusif menjadi 'pupuk' yang ampuh. Meski makin banyak perusahaan rintisan yang muncul, belum ada yang berdengung di regional maupun global.

Meski demikian, Indonesia kini sudah punya satu unicorn atau perusahaan rintisan dengan valuasi setidaknya mencapai US$1 miliar. "Sekarang kita punya satu unicorn, yakni Go-Jek," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Kepala Jurusan Teknik Informatika Universitas Trisakti Syaifudin bilang, perusahaan rintisan di Asia Pasifik punya tiga jenjang, yakni mudah, menengah, dan maju.

"Indonesia ada di kategori mudah. Malaysia menengah. Sedangkan Jepang, Singapura dan Australia masuk kategori maju," katanya.

Karena masih ada di tahap awal perkembangan, perusahaan rintisan di Indonesia dinilai punya peluang besar untuk tumbuh. Data BPS menunjukkan, pengguna ponsel saat ini mencapai 305 juta, padahal populasi Indonesia hanya 255 juta jiwa.

"Sebanyak 305 juta ponsel aktif di Indonesia, 120 juta menggunakan internet. Tiap tahun, pengguna internet meningkat 16 juta jiwa," ungkap Syaifudin. Karenanya, Communication Manager Jakarta Smart City Daniel Giovanni menyorot besarnya potensi pengembangan aplikasi.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa aplikasi harus berkelanjutan dan terus-menerus diperbaharui. Daniel juga menyebutkan bahwa saat ini ada beberapa perusahaan rintisan yang aplikasinya digunakan Pemerintah Daerah, seperti perpustakaan daring iJakarta dan Qlue.

"Pada akhirnya, Smart City bukan lagi teknologi yang pintar. Melainkan warganya yang ingin buat sesuatu yang bermanfaat untuk kotanya melalui aplikasi," pungkas Daniel.

MORE FROM MY SITE