Belajar Menjadi Pengusaha dari Pendiri Grup Sahid

Belajar Menjadi Pengusaha dari Pendiri Grup Sahid
Belajar Menjadi Pengusaha dari Pendiri Grup Sahid

Bulan ini kabar duka datang dari pendiri grup Sahid. Pendirinya, Sukamdani Sahid Gitosardjono wafat. Di dunia bisnis tanah air, Sukamdani terkenal sebagai perintis pembukaan kembali hubungan dagang bilateral Indonesia-Tiongkok.

Sebelum menjadi pengusaha, Sukamdani adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS). Saat usia 17 tahun, ia berkantor di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia juga pernah menjadi staf militer pemerintah kabupaten Sukoharjo.

Pada tujuh tahun kemudian, Sukamdani menjadi pegawai negeri di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Di Jakarta, ia membuat langkah pertama masuk dunia bisnis dengan mendirikan Perusahaan Percetakan & Penerbitan NV Harapan Masa pada 1952-1955.

Pada 1985, Sukamdani mendirikan PT Jurnalindo Aksara Grafika yang menerbitkan harian Bisnis Indonesia. Sejak terjun ke bisnis media, Sukamdani menjadi sosok yang selalu mendukung ide-ide baru. Dia juga selalu membina semangat generasi muda dalam menjalankan usaha.

Sukamdani juga sering menantang para pengelola media untuk mengubah perusahaan rugi menjadi untung. "Bisnis media itu jangka panjang, tidak bisa diharapkan dalam waktu singkat dan langsung menguntungkan," katanya seperti dikutip Bisnis Indonesia.

Bagi Sukamdani, menjadi pengusaha tak sekadar usaha mencari untung. Seorang pengusaha harus bisa memberi manfaat secara sosial. "Bisnis itu untuk kesejahteraan. Mengembangkan uang yang didapat untuk membuka lapangan kerja agar orang lain juga bisa berkembang, " lanjutnya.

Sukamdani punya pesan untuk pengusaha muda. Dalam membangun bisnis, Sukamdani mengatakan, modal nekat saja tidak cukup. Seorang pengusaha harus penuh perhitungan, cermat, berani dan disiplin serta tidak boleh kehabisan gagasan dalam berkarya.

"Kalau orang tak punya jiwa entrepeneur itu berarti orang bekerja tidak berani hadapi risiko. Harus berani hadapi risiko. Risiko yang diperhitungkan, jangan sampai konyol," pesannya.

MORE FROM MY SITE