Cara Gampang Cek Merek Dagang Sudah Terdaftar atau Belum

Tampilan halaman pengecekan merek dagang secara online
Tampilan halaman pengecekan merek dagang secara online

Mengetahui apakah merek dagang kita sudah digunakan orang lain atau belum sangatlah penting. Sebab jika kamu tak teliti, kamu bisa dikenakan sanksi dan mengalami kerugian besar.

Tapi tenang, cara mengecek apakah merek dagang kita sudah terdaftar atau belum itu mudah. Malah kamu bisa melakukannya secara online.

Caranya:

1. Kunjungi situs Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Ditjen KI di pdki-indonesia.dgip.go.id.
2. Pilih Merek.
3. Ketik merek dagang yang ingin kamu cek dengan jelas.
4. Klik Cek dan tunggu sampai daftar merek muncul.
Ingat, kamu harus benar-benar teliti saat mengeceknya. Sebab kamu akan menemukan banyak merek yang sama persis, namun nyatanya beda.

Jika ingin spesifik, kamu dapat gunakan Pencarian Terstruktur Merek di kolom yang sama. Isi dengan komplit berdasarkan nomor, periode, teks, atau asal pemilik, kemudian klik Search All. Lalu tinggal tunggu hasilnya deh.

Cara Mendaftarkan Merek Dagang

Setelah memastikan bahwa merek dagang kamu belum pernah digunakan atau didaftarkan orang lain, maka kamu bisa segera mendaftarkannya juga secara online.

Caranya lengkapi persyaratan yang diminta seperti:

1. e-tiket/label merek
2. Tanda tangan pemohon
3. Surat rekomendasi UKM Binaan atau Surat Keterangan UKM Binaan Dinas jika bisnis kamu tergolong UMKM.

Setelah persyaratan terpenuhi, berikut cara mendaftarkan merek dagang:

1. Pesan kode billing di http:simpaki.dgip.go.id/
2. Pilih Merek dan Indikasi Geografis pada jenis pelayanan
3. Pilih Permohonan Pendaftaran Merek yang Diajukan Oleh:
4. Pilih Usaha Mikro dan Usaha Kecil atau Umum
5. Pilih Secara Elektronik (Online)
6. Masukkan Data Pemohon dan Data Permohonan (nama, alamat lengkap, email, dan nomor ponsel)
7. Lakukan pembayaran PNBP melalui ATM/internet banking/m-banking
8. Buat akun di merek di https:merek.dgip.go.id/
9. Pilih Permohonan Online
10. Pilih tipe permohonan, masukkan Kode billing yang telah dibayarkan
11. Memasukkan Data Merek
12. Memasukkan Data Kelas
13. Unggah lampiran dokumen persyaratan
14. Cetak Draft Tanda Terima

Besaran biaya untuk mendaftarkan merek dibedakan berdasarkan kategori pemohon apakah umum atau UMKM. Namun berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019, tarifnya sekitar Rp500 ribu untuk pengajuan online dan Rp600 ribu untuk manual atau offline.

Merek dagang juga ada masa berlakunya. Tarif untuk memperpanjang jangka waktu perlindungan merek adalah Rp1.000.000 untuk UMKM dan Rp2.250.000 untuk umum.

Selamat mencoba. Semoga artikel ini bermanfaat.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.