Dalam Lima Tahun, Aplikasi Terancam Mati

Dalam Lima Tahun, Aplikasi Terancam Mati
Dalam Lima Tahun, Aplikasi Terancam Mati

Saat ini aplikasi seolah bak primadona. Makin banyak orang rajin mengunduhnya. Selain itu, banyak perusahaan yang juga mulai melirik untuk membuat aplikasi. Sayangnya, Baidu Indonesia menyatakan bahwa sensasi aplikasi akan habis dalam lima tahun.

Buktinya, platform komunikasi seperti BBM atau WhatsApp masih menjadi pilihan dalam komunikasi melalui ponsel pintar. Platform tersebut lebih dipilih karena kemudahan penggunaannya serta menawarkan banyak fitur menarik.

Hasil riset Baidu Indonesia, sebanyak 92% pengguna ponsel pintar masih memilih BBM. Sedangkan WhatsApp 64,4% dan LINE 64,2%. CEO aplikasi YesBoss Irzan Raditya juga menunjukkan fakta serupa, sekitar 4,2 juta aplikasi perbincangan sudah dipasang warga Indonesia di ponsel pintarnya.

Kemudian, dalam sehari, sebanyak 97% pengguna mengakses aplikasi perbincangan sebanyak beberapa kali. Kemudian, 39% membuat aplikasi tersebut sebagai media komunikasi paling utama dibanding aplikasi atau fasilitas lain dalam sebuah ponsel pintar.

Jadi, tak heran bila transaksi jual beli daring (online) banyak terjadi aplikasi perbincangan, bukan aplikasi e-commerce. Hal ini otomatis mengubah fungsi aplikasi perbincangan menjadi tempat jual beli daring.

Tentu, hal ini menjadi peluang tersendiri karena aplikasi perbincangan bisa menawarkan banyak hal selain sebagai media komunikasi. Menurut Irzan, pada akhirnya semuanya kembali pada masalah layanan, bukan aplikasi.

Di masa depan, layanan akan menjadi pilihan utama, dan aplikasi bisa mati dalam lima tahun mendatang.

MORE FROM MY SITE