Dewi Gontha dan Strategi Bisnis di Dunia Musik

Dewi Gontha.
Dewi Gontha.

Nama Dewi Gontha tak bisa dipisahkan dari industri musik, khususnya dalam festival musik. Ia berhasil menggelar festival musik tahunan dengan mengubah strategi bisnis.

Strategi bisnis tersebut dapat dilihat di Java Jazz Festival (JJF). Beberapa tahun ini, penyelenggara festival, PT Java Festival Production, menghadirkan musisi dari genre lain baik musisi dalam maupun luar negeri. Penyelenggaran mengemas penampilan musisi dalam konsep kolaborasi, seperti musisi jazz dan non-jazz atau musisi non-jazz muda dengan musisi jazz senior.

Menginjak JJF ke-15 tahun ini, penyelenggara menghadirkan spesial show Toto, Raveena, serta Her. Namun perhatian tak hanya tertuju pada musisi yang tampil. Perubahan strategi target market serta sistem tiket juga terlihat jelas di tahun ini.

Menurut perbincangan Dewi, Direktur Utama PT Java Festival Production, dengan Beritagar.id beberapa waktu lalu, pihaknya telah dua tahun melebarkan target market (sekitar 20 tahun - 35 tahun) untuk “menjaring” penonton. Target tersebut merupakan milenial yang sadar membutuhkan hiburan. Mereka tak sungkan membelanjakan uang untuk nonton band atau musisi favorit.

Imbas dari pelebaran target adalah pemilihan musisi yang diundang. Sehingga penyelenggaran mengundang musisi favorit para milenial. Di sisi lain, karena JJF diadakan setiap tahun, memilih musisi baru yang punya “daya jual” tidak gampang.

“Dua tahun ini kami melebarkan target audiensi untuk mengejar teman-teman yang lebih muda. Tahun lalu kami berhasil, tahun ini mengejar target yang sama,” kata anak pasangan Purnama dan Peter F. Gontha.

Selain itu, JJF 2019 juga mengenalkan sistem e-ticket. Penonton yang memegang e-ticket bisa menukarkannya dengan gelang JJF. Gelang tersebut berisi cip elektronik berfungsi sebagai akses masuk dan keluar area festival, membeli makanan serta merchandise.

“Kami satu-satunya promotor yang punya sistem ticketing sendiri di Indonesia. Pengembangan dari sistem itu adalah penukaran menjadi gelang.”

Festival musik karya Dewi Allice Lydia Gontha tidak hanya JJF. Ada pula Java Rockin’Land, Java Soulnation, Java Soundfair, dan Hodgepodge Festival. Bagi Dewi, semakin banyak festival musik di negara ini akan semakin bagus karena hal itu dapat mengenalkan potensi Indonesia di kancah internasional.