Enam Resolusi dalam Menjadi Pemimpin Bijak di 2019

Kepemimpinan di 2019
Kepemimpinan di 2019

Selain dalam hal keuangan, target apa saja yang sudah kamu susun di 2019? Bila telah menjadi pemimpin di tempat kerja maupun bisnis, kamu harus menambah satu target. Menjadi pemimpin yang baik membutuhan kebijaksanaan yang timbul melalui kombinasi pengalaman dan refleksi.

Laman Psychologytoday, mencatat enam esensi penting seorang pemimpin yang bisa kita tiru sehingga akan memudahkanmu dalam merealisasikan target menjadi pemimpin yang lebih baik di tahun ini. Apa saja?

Tidak Palsu

Pemimpin yang baik adalah dia yang tidak pernah menjadi orang lain selain dirinya sendiri. Dia adalah seseorang yang tampi apa adanya dan tidak perlu merasa perlu memalsukan sikap dan perilakunya. Seorang pemimpin yang baik juga harus menjadi pribadi yang netral dan tidak memihak kecuali kepada kebenaran.

Berkomunikasi dengan Baik

Kesalahan terbesar dari seorang pemimpin adalah miskomunikasi. Kesalahan komunikasi juga kerap kali menimbulkan masalah dalam manajemen organisasi. Hal itulah yang menyebabkan seorang pemimpin yang baik akan selalu mengutamakan komunikasi yang benar dan terarah terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Tidak Pelit dalam Memberikan Pujian pada Staf dan Tim Kerjanya

Ada jenis pemimpin yang sama sekali tidak pernah mau memuji orang atau pemimpin yang dipimpinnya. Namun, pemimpin yang baik tidak begitu. Dia dengan senang hati menunjukkan apresiasi terhadap orang yang layak untuk menerimanya. Dia juga tidak akan berpikir dua kali untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjasa bagi tim maupun bisnisnya.

Manajemen Waktu yang Baik

Pemimpin yang bijaksana tidak membiarkan kesibukan yang mengontrolnya, tetapi dia yang akan mengontrol kesibukan. Langkah ini adalah bukti bahwa dia memiliki manajemen waktu yang diatur dengan baik. Pemimpin yang baik umumnya mengatur jadwal yang efisien untuk segala tugas dan tanggung jawabnya.

Sabar

Pemimpin yang baik tidak akan memaksa orang lain berjalan sama dengan jalan yang ditempuhnya. Namun, dia mengerti bahwa tidak semua orang bisa mengikuti apa yang dia mau. Dia akan paham kapan seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk maju. Dalam hal ini, pemimpin memiliki pengertian dan kesabaran. Namun, bukan berarti dia mentoleransi keterlambatan akibat penundaan. Dia juga tahu kapan dia harus bersikap tegas terhadap kinerja timnya yang terlambat sehingga menganggu perkembangan bisnisnya.

Menjadi Tempat Rujukan

Pemimpin yang baik tidak hanya fokus kepada apa yang dikerjakannya, tetapi juga peduli terhadap kondisi dan keadaan orang-orang yang dipimpinnya. Dia menyediakan diri untuk menjadi tempat berbagi serta memberikan nasihat jika diperlukan.