Fasilitasi UKM Masuk Pasar Global, Visa Kerja Sama Nurbaya Initiative

Fasilitasi UKM Masuk Pasar Global, Visa Kerja Sama Nurbaya Initiative
Fasilitasi UKM Masuk Pasar Global, Visa Kerja Sama Nurbaya Initiative

Potensi e-commerce di Indonesia harus diakui sangat besar. Menurut data pendiri Nurbaya Initiative (NI) Andy Syarief, saat ini ada 55 juta UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang sudah mempekerjakan lebih dari 101 juta orang dengan kontribusi pada GDP mencapai 55,6%.

"Untuk tahun ini perkiraan total transaksi online mencapai Rp200 triliun. Pada 2020, angka ini akan menjadi Rp1.850 triliun," ujarnya. Sayangnya, UKM yang sudah bisa melakukan transaksi secara online masih sedikit, yakni hanya 5% dari total UKM yang ada.

Karenanya, Andy mendirikan NI untuk menjembatani para UKM yang ingin membuat tokonya go online. NI sendiri merupakan ekosistem online untuk menyiapkan UKM agar siap masuk e-commerce dengan memberi dukungan berupa toko online, logistik, iklan online, serta sistem pembayaran.

Untuk sistem pembayaran ini, NI bekerja sama Visa. "Kerja sama ini akan lebih mendekatkan pelaku UKM dengan jasa keuangan formal. Selain itu, kerja sama ini juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Ellyana Fuad.

Melalui kerja sama ini, para pelaku UKM jadi bisa masuk pasar global dan menjangkau konsumen potensial yang sebelumnya tidak terjangkau. Selain itu, kerja sama ini juga akan mendukung strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan inklusi keuangan dan Gerakan Nasional Non-Tunai Bank Indonesia.

Yudi, penjual batu akik online yang menggunakan NI bilang, setelah go online, ia memiliki konsumen dari Sabang sampai Merauke. "Omzet jadi bertambah, dalam sebulan bisa mencapai Rp8 juta. Selain itu, dengan dukungan Visa, jangkauan jadi lebih luas lagi," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE