Hal Penting dalam Mengembangkan Bisnis Makanan

Bisnis Makanan
Bisnis Makanan

Makanan memang menjadi salah satu bisnis yang tidak akan mati. Sebab, tiap orang pasti butuh makan. Hal ini pula yang membuat sektor ini padat pemain. Karenanya, bila kamu berencana mengembangkan bisnis, pahami hal-hal berikut.

Saat ini, media sosial menjadi salah satu faktor pendukung popularitas bisnis makanan. Tren ini pula yang membuat para pemilik bisnis makanan berlomba-lomba membuat restoran maupun makanannya tampil unik.

Harapannya, pelanggan tertarik datang dan akan mengunggah foto restoran maupun makanannya di laman media sosial mereka. Menurut Entrepreneur, ada tiga hal yang perlu kamu perhatikan saat berencana mengembangkan bisnis.

Kesempatan Mendengar Konsumen

Konsumen adalah raja. Artinya, kamu harus memberi pelayanan yang baik agar pengalaman mereka di restoranmu juga baik. Selain itu, Co-Owners Carrot Restaurant Sushmita Subbaraju bilang, selaraskan selera dan targetmu dengan konsumen.

"Saat ini konsumen semakin sadar pada makanan mereka," katanya. Kamu juga bisa menganalisis big data untuk mengetahui preferensi dan keinginan konsumen. Jadi, kamu bisa tahu makanan sehat seperti apa yang diinginkan konsumen.

"Perubahan kebiasaan ini membuta peluang pada bisnis makanan sehat," kata Pendiri Wegan Foods Kinjal Darukhanawala. Jadi, jangan abaikan kebutuhan konsumen dan kamu harus bisa tahu kebutuhan spesifik mereka.

Menu Kreatif

Terkait pengembangan resep makanan, kamu bisa bekerja sama pengusaha lain atau melakukan ekspedisi. Jadi, sembari mengunjungi dan mencicipi makanan lokal di suatu daerah, kamu bisa mengambil inspirasi dari sana.

Terlebih lagi, Indonesia memiliki keragaman budaya dan makanan yang sangat banyak, hampir tiap daerah punya ciki khas masing-masing.

Keberlanjutan Bisnis

Bisnis restoran tentu menggunakan model bisnis ke konsumen (B2C). Dari model ini, ada banyak kemungkinan yang bisa muncul. "Ajak anggota tim berbagi pengalaman dan ide dalam mengembangkan resep atau bisnis. Seringkali ada ide mengejutkan yang muncul," pungkas Subbaraju.

Gina Maftuhah

Penulis SmartMoney