Hendra Warsita: Bisnis Rintisan Lokal Butuh Mentor & Pengetahuan Kelola Arus Kas

Hendra Warsita: Bisnis Rintisan Lokal Butuh Mentor & Pengetahuan Kelola Arus Kas
Hendra Warsita: Bisnis Rintisan Lokal Butuh Mentor & Pengetahuan Kelola Arus Kas

Saat ini, iklim untuk mendirikan bisnis rintisan di Indonesia sudah semakin kondusif. Hal ini membuat pertumbuhan bisnis rintisan makin subur, bak jamur di musim penghujan.

Dalam laporan berjudul Indonesia Venture Capital Outlook 2017, Google Indonesia dan lembaga konsultan A.T. Kearney menyebut, investasi pada perusahaan rintisan di Tanah Air mencapai US$1,4 miliar di 2016.

Hingga Agustus 2017, nilai investasi ke perusahaan rintisan sudah naik tajam mencapai US$3 miliar. Maraknya fenomena perusahaan rintisan di Tanah Air ini menarik minat Indonesia Marketing Assosiation (IMA).

Lembaga ini merupakan bagian dari Asia Marketing Federation (AMF) yang anggotanya terdiri dari pakar dan ahli pemasaran di seluruh Asia Pasifik. Smart-Money mendapat kesempatan berbincang dengan Executive Vice President IMA Hendra Warsita membahas iklim perusahaan rintisan di Indonesia. Berikut nukilannya.

Perusahaan rintisan di Indonesia tumbuh subur. Bagaimana Anda melihat hal ini?

Sangat bagus dan menarik. Mereka memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang. IMA memiliki program Wonderful Startup. Kami menyeleksi 180 perusahaan rintisan ke dalam 10 besar dan kemudian menentukan tiga pemenang.

Pemenang ini akan kami bina dan kembangkan. Kami melakukan pembinaan (training) juga terhadap mereka. Kami juga menghubungkan mereka dengan venture capital untuk mendapatkan pendanaan.

Bagaimana proses seleksi dan parameter apa yang digunakan dalam program Wonderful Startup?

Kami melihat pada hasilnya dulu. Kami menggunakan metode terbalik. Dalam proses penilaian ini, proses dan pengembangan produk itu nomor dua. Kita melihat apakah produk mereka tersebut memang menjual.

Apa yang Anda dapati dari program ini?

Pembinaan ini kami adakan di Jakarta selama sembilan bulan. Kelasnya seminggu dua kali. Mereka banyak datang dari berbagai daerah di Indonesia. Perusahaan rintisan ini sangat antusias mendapat pelatihan dan pengembangan bisnis. Dari peserta pelatihan ini, 40% datang dari luar kota Jakarta.

Hal apa yang menurut Anda sangat dibutuhkan mereka?

Mentoring. Perusahaan rintisan di Indonesia masih sangat kekurangan figur-figur penting untuk bisa memberi saran dan masukan pada bisnis mereka. Mereka tahu bahwa mentor akan dapat membantu perkembangan bisnis mereka.

Kami berusaha untuk menghubungkan mereka dengan mentor yang dapat bermanfaat untuk pengembangan bisnis mereka tersebut.

Apa kekurangan mereka dalam mengembangkan bisnis?

Mereka juga banyak yang belum paham pengelolaan keuangan untuk bisnis. Pengelolaan uang kas (cash management) misalnya, itu hal yang sangat penting dalam bisnis. Mereka juga masih mencampurkan pengelolaan keuangan untuk bisnis dan pribadi.

Hal itu bisa membahayakan kelangsungan bisnis. Dalam sisi kemasan produk, mereka juga masih perlu banyak belajar.

Perusahaan rintisan di bidang apa yang paling memiliki peluang pertumbuhan di Indonesia?

Perusahaan rintisan yang terkait pariwisata dan gaya hidup. Pemerintah menargetkan pariwisata dan ekonomi kreatif nantinya akan menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia pada 2020. Sekarang saja, porsi devisa dari pariwisata dan ekonomi kreatif sudah lebih tinggi daripada migas.

Karena itu, ke depan, perusahaan rintisan yang bergerak di jasa seperti tiket, hotel dan sebagainya bisa tumbuh tinggi. Perkembangan sektor MICE juga dapat menjadi sektor yang memiliki peluang pertumbuhan ke depan.

Program Wonderful Startup batch satu yang kita adakan belum lama ini, fokus pada pengembangan perusahaan rintisan di bidang ini. Ke depan, kita juga mungkin akan fokus pada hal ini dahulu. Program pelatihan yang kami adakan mencakup pemasaran, keuangan dan pendanaan.