Ini Alasan Miliarder Gemar Beramal

Ini Alasan Miliarder Gemar Beramal
Ini Alasan Miliarder Gemar Beramal

Nama Bill Gates dan Mark Zuckerberg tentu sudah tak asing di telingamu. Keduanya adalah miliarder yang terkenal sangat dermawan. Sejak 2000, Bill dan istrinya, Melinda Gates mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation yang fokus pada pendidikan dan pengembangan anak.

Pasca kelahiran anak pertamanya, Maxima Chan Zuckerberg, Mark membuat pengumuman besar untuk mendonasikan 99% saham Facebook untuk amal. Mengapa miliarder justru menjadi sosok paling mudah berbagi?

Menurut pengusaha dan filantropis David Meltzer, ada beberapa alasan.

Menemukan dan Menjadi Mentor
David menyebut, dengan membantu banyak orang ia bisa bertemu dengan para junior. Dari mereka, David bisa melihat seperti apa dirinya ketika berada di usia mereka.

"Saya bisa bertemu dengan orang lain di luar keluargaku yang percaya padaku. Hal itu membangkitkan semangat diri dan bisnis," katanya. Tiap orang sukses pasti punya mentor, tanpa mentor sulit untuk mencapai titik sukses.

Karena itu, dirinya ingin membalas budi mentornya dengan menjadi mentor bagi orang lain.

Percaya pada "Kekuatan Kasat Mata"


Dalam hidup, nasehat David seperti dikutip Entrepeneur, tak semua hal dapat diukur. Orang-orang yang mendedikasikan banyak waktu pada keberhasilan orang lain akan mendapat balasan yang lebih besar.

Sering kali, kata David, hal ini justru lebih penting daripada memperoleh laba dalam bisnis. Dibanding semua yang telah dibuat manusia, dunia akan menjadi lebih efisien dan efektif dengan berbagi.

"Uang memang aset penting. Namun kamu tak akan mengerti pentingnya memberi sesuatu terlebih dahulu tanpa mengharapkan balasan," sebutnya.

Meneruskan Hal Baik Pada Generasi Selanjutnya

David paling suka membagi ilmu pemasaran dan kepemimpinan pada anak-anak di usia sekolah. Demikian, katanya, ia bisa belajar apa yang terjadi di dunia saat ini. Berbagi pengalaman memberi pengetahuan di beberapa industri yang berbeda.

Hal ini juga menjadi langkah efektif mencetak pengusaha. Setelah menjadi dekat, katanya, mereka bisa memperoleh pelajaran penting tentang apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan.

Tak hanya terkait bisnis, juga hal-hal baik terkait berbagi dan memberdayakan masyarakat.

MORE FROM MY SITE